PJ Gubernur Haluk Sebut Mimika Seharusnya Tidak Ada Orang Hidup Miskin Karena Daerah Tambang Emas Terbesar di Dunia
Timika, KontenMimika.com – Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah sebagai daerah lokasi perusahaan tambang emas raksasa dunia seharusnya menjadi daerah yang sejahtera tidak ada lagi orang yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, persentasi kemiskinan di Kabupaten Mimika pada 2023 sebesar 13,55 persen. Sementara kini nilai APBD Mimika berjumlah Rp 7,5 triliun.
Demikian diungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, dalam sambutannya saat mendampingi Ketua PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian dalam kunjungan di Distrik Kwamki Narama sebagai rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional di Tanah Papua, Jumat, 26 Juli 2024.
“Menjadi pergumulan kita semua, karena anggaran cukup tinggi di Kabupaten Mimika, tapi yang kita lihat jurang pemisah antara yang mampu dan tidak mampu cukup besar. Ini ironis. Orang hidup di tanah emas, seharusnya kesejahteraan di atas standar rata-rata. Tidak boleh ada anak-anak yang tidak sekolah, tidak boleh ada orang miskin,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, pernyataannya ini tidak bermaksud menyinggung siapapun namun mengingatkan agar dengan APBD Mimika yang jumlahnya fantastis sebesar RP. 7 triliun lebih di tahun 2024 ini bisa menyejahterakan kehidupan masyarakat Mimika.
“Dengan APBD yang cukup besar harus menyisir semua wilayah, perhatikan rumah yang tidak layak huni, anak-anak yang tidak sekolah dan lain-lain. Masyarakat kita masih hidup dalam kemisikinan,” ujar Ribka yang menjabat sebagai Pj Gubernur Papua Tengah sejak 11 November 2022 ini.
Ia juga berpesan kepada Pengurus PKK di Kabupaten Mimika untuk menggunakan dana yang dialokasikan oleh pemerintah dengan sebaik mungkin, yaitu untuk memberdayakan masyarakat Mimika.
Menurut Gubernur Ribka, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah membangun 14 rumah layak huni bagi masyarakat Pomako. Ia menilai jumlah ini masih sedikit karena masih terkendala masalah relokasi dan sebagainya.
“Pembangunan rumah layak huni di Mimika nanti dilanjutkan lagi,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Pj. Gubernur di Tanah Papua ini.
Selain itu ia juga berpesan agar masalah stunting di Mimika dapat ditangani dengan baik karena anggaran telah dialokasikan.
“Sudah kami kasih biayanya, kami juga sudah kasih pendamping untuk setiap anak, tolong dimonitor terus,” pintanya.

(Pj. Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk mendampingi Ketua TP-PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian saat Peringatan Hari Anak Nasional di Kwamki Narama, Jumat, 26 Juli 2024.)
Pada kesempatan itu Gubernur Ribka Haluk juga mengucapkan selamat datang kepada Ketua PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian dan rombongan yang datang ke Distrik Kwamki Narama.
Menurutnya, kehadiran Ketua PKK Pusat memberikan semangat baru bagi pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan masa depan yang cerah bagi anak-anak Indonesia yang ada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
“Tema Hari Anak Nasional tahun ini, Anak Terlindungi Indonesia Maju. Mengingatkan kita tentang tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, mendidik dengan penuh kasih sayang generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Melalui kunjungan kerja Ketua PKK Pusat ini diharapkan dapat menggali lebih dalam kerja sama berkelanjutan dalam upaya meningkatkan prioritas kehidupan anak-anak di Papua Tengah dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta masyarakat.
“Kita dapat bersama-sama mencapai tujuan memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan yang mereka butuhkan dalam kesempatan untuk berkembang secara optimal,” kata Ribka yang oleh kepala suku se-Provinsi Papua Tengah Ribka Haluk diberi gelar nama adat Deerowuni Yum Meumau yang artinya perempuan tua Papua/noken pertama. (Admin)






