Spektakuler, JOEL Resmikan Fasilitas Air Bersih. Dari Air Asin Menjadi Air Kehidupan di Pesisir Mimika
Timika – Bagi Mama Maria, air bersih dulu hanya bisa ia harapkan dari langit. Saat hujan turun, ember-ember segera dikeluarkan. Jika tidak, ia dan warga lain terpaksa memakai air payau bercampur asin dari sungai dan sumur untuk mandi, memasak, bahkan diminum.
Kondisi itu telah berlangsung puluhan tahun di kampung-kampung pesisir Mimika seperti Kokonao, Atuka, Amar, dan Uta. Ketersediaan air bersih menjadi persoalan lama yang tak pernah benar-benar terjawab.
Kini, harapan itu mulai mengalir. Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan teknologi pengolahan air payau menjadi air tawar bagi masyarakat pesisir.

Fasilitas air bersih tersebut diresmikan Bupati Mimika Johannes Rettob di Kokonao, ibu kota Distrik Mimika Barat, Senin, 29 Desember 2025. Pada saat yang sama, peresmian juga dilakukan secara virtual di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah.
“Sejak dulu wilayah pesisir Mimika sangat susah mendapatkan air bersih. Dengan diresmikannya fasilitas ini, kebutuhan masyarakat akan air bersih dan sehat bisa terjawab,” kata Johannes Rettob.
Ia menegaskan, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggandeng BRIN untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi.
Johannes juga meminta warga menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun dengan biaya besar, termasuk kran air yang kini terpasang di rumah-rumah warga.

Saat Bupati Mimika bersama jajaran pemerintah daerah meminum langsung air hasil pengolahan sebagai simbol kelayakan konsumsi, tepuk tangan warga pun pecah. Air yang dulu asin dan keruh, kini menjadi tanda hadirnya harapan baru di pesisir Mimika.
Bagi masyarakat, kehadiran air bersih bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari: anak-anak tak lagi minum air asin, ibu-ibu tak perlu menunggu hujan, dan risiko penyakit akibat air kotor bisa ditekan.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menjelaskan bahwa pembangunan sarana air bersih di Kokonao dan Atuka menggunakan APBD 2024. Teknologi pengolahan air asin menjadi air tawar diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi wilayah pesisir Mimika.

“Selama ini masyarakat hanya mengandalkan air hujan. Dengan teknologi ini, warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Yoga.
Saat ini, sebanyak 235 sambungan rumah telah terpasang di wilayah Kokonao dan sekitarnya, sementara di Atuka terdapat 221 sambungan rumah. Namun pemerintah mengakui pelayanan belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga.
“Kalau pelayanan air bersih belum maksimal, kami akan terus berusaha agar ke depan semua warga Kokonao bisa terlayani dan menikmati air bersih,” kata Yoga.
Ke depan, pengelolaan air bersih direncanakan akan diserahkan kepada pihak ketiga agar pelayanan dapat berjalan lebih profesional dan berkelanjutan. (Vctr)






