Wabup Mimika Serukan Konflik Kwamki Narama Diakhiri: Jangan Biarkan Anak-anak Kehilangan Masa Depan
KONTENMIMIKA.com, Timika — Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan perdamaian di tengah situasi konflik yang belum kondusif di wilayah Kwamki Narama.
Wabup Kemong meminta tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, organisasi kemasyarakatan, paguyuban, ikatan kerukunan, serta seluruh masyarakat mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Seruan ini disampaikannya pada Jumat 4 September 2026.
Ia menegaskan bahwa sebagai bagian dari pemerintah sekaligus anak adat, dirinya menyampaikan pesan bukan semata-mata sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang menginginkan Mimika tetap aman dan damai.
“Bukan hanya membawa amanah jabatan, tetapi membawa suara hati dan kerinduan kita bersama,” ujar Wabup.
Ia mengatakan kerinduan tersebut adalah melihat Kabupaten Mimika menjadi daerah yang aman, damai, dan dipenuhi semangat persaudaraan.
Keberagaman Harus Jadi Kekuatan
Menurut Wabup EK, Mimika merupakan rumah besar bagi masyarakat dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam. Kekayaan alam dan keberagaman tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun daerah, bukan alasan untuk saling bermusuhan.
“Keberagaman ini adalah kekuatan, bukan alasan untuk kita saling berjarak, apalagi saling bermusuhan,” tegasnya.
Namun, ia mengakui situasi keamanan di Kwamki Narama saat ini belum sepenuhnya kondusif. Konflik yang berlangsung telah melebar dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Selain korban jiwa, konflik juga menyebabkan kerugian material. Kemong secara khusus menyoroti insiden terakhir di kawasan SP-3 dan sekitar bandara yang berdampak terhadap anak-anak.
“Konflik ini sudah membuat banyak korban berjatuhan, membuat kerugian material, serta kejadian terakhir yang terjadi di SP-3 dan dekat bandara yang membuat anak-anak kita kehilangan masa depan,” ujarnya.
Tolak Provokasi
Wabupati Emanuel Kemong meminta seluruh masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memperuncing situasi.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan hati dan persepsi untuk menjaga Mimika tetap aman serta menyelesaikan persoalan melalui dialog dan mekanisme hukum.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika saya menyerukan kepada seluruh tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, organisasi-organisasi masyarakat, paguyuban, ikatan-ikatan kerukunan serta semua masyarakat agar selalu mengutamakan dialog dan bermusyawarah, menghormati hukum positif serta satukan hati dan persepsi kita untuk menolak segala bentuk provokasi yang ingin memecahkan kedamaian Mimika,” sebutnya.
Menurut Kemong, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan menciptakan perdamaian. Kesadaran dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan kesadaran dari bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian,” katanya.
Anak-anak Harus Bisa Kembali Sekolah dengan Tenang
Wabupati menegaskan, prioritas pemerintah saat ini adalah memastikan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal.
Aktivitas ekonomi harus kembali bergerak, pembangunan tidak boleh terganggu, dan anak-anak harus dapat bersekolah tanpa dihantui rasa takut.
“Tugas kita hari ini adalah memastikan bahwa semua aktivitas masyarakat dapat berjalan normal, roda perekonomian berputar, roda pembangunan berjalan lancar dan anak-anak kita bisa bersekolah dengan tenang,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat bergandengan tangan menjaga Mimika sebagai rumah bersama.
“Mari kita bergandengan tangan. Kita jaga Mimika agar tetap aman, damai dan harmonis demi masa depan yang lebih baik,” pungkas Kemong.
Ia menutup pesannya dengan doa agar kedamaian senantiasa menyertai masyarakat dan Kabupaten Mimika.
“Tuhan memberkati kita, Tuhan memberkati Mimika,” tandas Wabup EK. (trm)






