JOEL Resmikan Puskesmas Rawat Inap Kokonao, Pembangunan dari Kampung ke Kota Semakin Nyata


Timika, KontenMimika.com – Hari yang cerah di Kokonao, Distrik Mimika Barat, Senin, 29 Desember 2025, tak seperti biasanya. Warga berdatangan sejak matahari belum tinggi, bersemangat membawa diri ingin menyaksikan sebuah peristiwa yang lama mereka nantikan: hadirnya puskesmas rawat inap di wilayah pesisir yang selama ini jauh dari layanan kesehatan memadai.

Puskesmas Rawat Inap Kokonao akhirnya diresmikan Pemerintah Kabupaten Mimika. Di hadapan warga, Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong menandai beroperasinya fasilitas kesehatan yang diharapkan mengubah cara warga Kokonao dan kampung-kampung sekitar memperoleh layanan medis—tak lagi harus menempuh perjalanan jauh, laut berombak, atau menunggu cuaca bersahabat.

Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Rizal Ubra, serta Sekda Mimika Abraham Kateyau, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau dan Ketua Fraksi Golkar DPRK Mimika H. Iwan Anwar, serta Pasiter Kodim 1710 Mimika Kapten Inf Teguh Heru Ponco. Tampak pula Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Probadi, dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mimika, Slamet Sutedjo mendampingi rombongan VIP.

Bangunan puskesmas berdiri di atas lahan hibah masyarakat seluas 100 x 80 meter. Gedung utamanya sederhana namun fungsional, lengkap dengan ruang rawat inap, layanan persalinan, dan unit rawat jalan. Pasokan listrik dari PLN dan solar cell memungkinkan layanan kesehatan berjalan 24 jam, sebuah kemewahan baru bagi warga pesisir yang selama ini akrab dengan keterbatasan.

Puskesmas ini dibangun menggunakan Dana Otonomi Khusus pada 2024 dengan anggaran lebih dari Rp6 miliar. Namun bagi warga Kokonao, angka itu bukan sekadar nilai proyek. Yang lebih berarti adalah kepastian bahwa ibu melahirkan tak lagi harus dirujuk jauh, dan pasien darurat bisa ditangani lebih cepat.

Untuk menjangkau kampung-kampung yang tersebar dan sulit diakses, puskesmas dilengkapi sarana transportasi darat dan laut. Petugas kesehatan kini bisa menjemput pasien, bukan sebaliknya. Dengan hanya menunjukkan Kartu Tanda Penduduk, warga dapat berobat secara gratis—sebuah perubahan yang membuat layanan kesehatan terasa lebih dekat dan manusiawi.

Peresmian puskesmas ini juga dirangkai dengan peresmian sejumlah fasilitas publik lain: Masjid An-Nur, sarana air bersih di Kokonao dan Atuka, Sekolah Sepanjang Hari, hingga SPBU. Bagi pemerintah daerah, rangkaian peresmian ini menjadi penanda komitmen pemerataan pembangunan dari kampung hingga kota.

Di akhir kegiatan, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong memilih mendengar langsung suara warga—tentang air bersih, pendidikan, hingga akses ekonomi. “Fasilitas ini harus dijaga dan dimanfaatkan bersama,” pesan Johannes.

Di Kokonao, puskesmas rawat inap bukan hanya bangunan baru. Ia menjadi harapan—bahwa pelayanan dasar tak lagi berhenti di pusat kota, dan bahwa kesehatan, seperti juga pembangunan, akhirnya menemukan jalannya hingga ke pesisir Mimika Barat. (Vctr)

Berita Terkait

Top