Karel Gwijangge Wafat, Bupati Mimika: Kami Betul-Betul Merasa Kehilangan


KONTENMIMIKA.com, Timika – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menggelar Rapat Paripurna Istimewa Perkabungan, Penghormatan, dan Pelepasan Jenazah Wakil Ketua II DPRK Mimika, almarhum Karel Gwijangge, di Ruang Paripurna Lantai II Kantor DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Senin 7 September 2026.

Sidang dipimpin Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau. Hadir dalam rapat tersebut keluarga besar almarhum Karel Gwijangge, Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, para pimpina dan anggota DPRK Mimika, Forkopimda Mimika, pimpinan OPD, pimpinan partai politik, serta tamu undangan lainnya.

Almarhum Karel Gwijangge mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta, Sabtu 5 September 2026 pukul 01.45 WIB.

Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau mengatakan Rapat Paripurna Istimewa tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Karel Gwijangge yang selama ini menjadi rekan, sahabat, sekaligus pimpinan di lembaga legislatif Mimika.

“Rapat Paripurna Istimewa DPRK Mimika ini diselenggarakan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada rekan, sahabat, sekaligus pimpinan, almarhum Bapak Karel Gwijangge, sebagai Wakil Ketua II DPRK Mimika yang telah berpulang ke pangkuan Bapak di surga,” ucap Primus saat memberikan sambutan.

Primus mengatakan almarhum Karel Gwijangge telah berjuang melawan sakit yang dideritanya dan harus menjalani opname serta perawatan intensif selama kurang lebih dua tahun.

Kepergian almarhum, kata dia, bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga bagi lembaga legislatif dan seluruh masyarakat Kabupaten Mimika.

“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRK serta Sekretariat DPRK Mimika, saya mengucapkan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya.

Selama hidup dan menjalankan amanah rakyat, menurut Primus, Karel Gwijangge dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, rendah hati, serta senantiasa memperjuangkan aspirasi masyarakat Mimika dengan penuh tanggung jawab dan keteguhan dalam mengemban tugas.

Bahkan di tengah perjuangannya melawan sakit, almarhum dinilai tetap menjadi teladan dalam pengabdian kepada daerah.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, baik istri, anak-anak, maupun sanak saudara, Primus berharap agar senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan keteguhan iman dalam menghadapi cobaan tersebut.

Semangat dedikasi serta jasa-jasa almarhum, tegasnya, akan senantiasa hidup di hati masyarakat Mimika dan tercatat dalam sejarah pembangunan Kabupaten Mimika.

“Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan,” tutupnya.

 

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan suasana dalam rapat tersebut berbeda dari biasanya karena semua pihak berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada seorang putra daerah yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran, waktu, dan pengabdiannya bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Mimika.

” Kita berkumpul di tempat ini bukan dalam suasana seperti biasa, tetapi suasana di mana kita kehilangan seorang pemerintah yang telah mendedikasikan dirinya, tenaga, pikiran, waktu, pengabdiannya bagi masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Mimika,” kata Rettob.

Menurut Bupati, kepergian Karel Gwijangge merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lembaga legislatif, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan seluruh masyarakat Mimika.

Karel Gwijangge, kata Rettob, merupakan bagian penting dalam perjalanan lembaga legislatif di Kabupaten Mimika.

Sejak 2009, jelasnya, almarhum telah aktif di DPRK Mimika dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRK Mimika. Selama menjalankan amanah rakyat, almarhum telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam kehidupan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat.

Dalam menjalankan tugasnya, kata Rettob, almarhum menjadi bagian dari berbagai proses demokrasi dan pembangunan di daerah. Gagasan, pemikiran, perjuangan, dan pengabdiannya akan menjadi bagian dari perjalanan Kabupaten Mimika yang tidak mudah dilupakan.

“Sebagai sahabat, saya secara pribadi mengenal beliau cukup dekat. Kita sering berdiskusi apa saja yang berkaitan dengan pembangunan daerah ini. Beliau adalah orang yang berpikir kritis. Almarhum juga berpikir konstruktif dalam kemajuan ini. Beliau orang yang lembut,” ungkap Rettob.

Selama bersama almarhum, baik di pemerintahan maupun dalam partai, Rettob mengaku belum pernah melihat Karel Gwijangge marah.

Apabila terdapat sesuatu yang tidak sesuai dengan pemikirannya atau membuatnya kurang nyaman, almarhum selalu menyampaikannya dengan cara yang sangat halus.

“Secara pribadi, sebagai bupati, saya dan wakil bupati betul-betul merasa kehilangan. Almarhum selalu memberikan saran untuk pembangunan daerah ini. Juga memberikan saran dan sikap apa yang harus kami lakukan dari sisi eksekutif terhadap legislatif. Terima kasih, Bapak Karel, karena engkaulah yang juga membawa kami duduk sebagai bupati dan wakil bupati,” kata Rettob.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika dan seluruh masyarakat Kabupaten Mimika, Rettob menyampaikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum atas seluruh pengabdian dan jasa yang telah diberikan bagi daerah serta pelayanan kepada masyarakat.

Kepada sahabat, teman, dan khususnya keluarga besar yang berduka, ia berharap dapat menerima kepergian almarhum dengan hati yang ikhlas.

Menurut Rettob, tugas bersama saat ini adalah melanjutkan nilai-nilai baik yang telah diwariskan almarhum agar perjuangan yang telah dimulai dapat menjadi inspirasi bagi mereka yang masih diberi kesempatan untuk melanjutkannya.

“Kehidupan manusia adalah sebuah perjalanan. Ada saatnya kita hadir untuk berkarya dan mengabdi. Pada waktunya, kita semua akan kembali.

“Kita punya rencana yang luar biasa. Kita punya rencana yang indah untuk pekerjaan kita. Tetapi sebagai Pencipta, Beliau pasti mempunyai rencana yang lebih indah kepada kita semua. Kepergian seseorang yang kita cintai selalu menyisakan kesedihan dan ruang kosong di hati. Namun, kita juga harus percaya bahwa kehidupan dan kematian berada dalam tangan kuasa Tuhan,” tutupnya.

Profil Karel Gwijangge

Karel Gwijangge lahir pada 1971 di Dusun Gurima, Kampung Geselema, Distrik Alama, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Ia merupakan anak sulung dari enam bersaudara dalam keluarga yang dekat dengan pelayanan gereja. Ayahnya merupakan seorang hamba Tuhan, sedangkan ibunya setia mendampingi pelayanan keluarga.

Pendidikan tinggi ditempuh hingga meraih gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura. Setelah menyelesaikan pendidikan, Karel memilih jalur politik sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.

Ia kemudian bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mimika dan dipercaya menjabat Wakil Ketua Bidang Kehormatan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Mimika.

Dalam perjalanan politiknya, Karel terpilih sebagai anggota DPRK Mimika selama lima periode berturut-turut.

Pada periode saat ini, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua II DPRK Mimika.

Dalam Pemilu 2024, Karel terpilih sebagai anggota DPRK Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mimika 4 dengan perolehan 1.253 suara sah.

Dalam susunan pimpinan DPRK Mimika periode 2024–2029, Karel Gwijangge ditetapkan sebagai Wakil Ketua II. Susunan tersebut menempatkan Primus Natikapareyau sebagai Ketua, Asri Akkas sebagai Wakil Ketua I, Karel Gwijangge sebagai Wakil Ketua II dan Ester Tsenawatme sebagai Wakil Ketua III.

Karel juga tercatat sebagai Wakil Ketua II Badan Anggaran (Banggar) dan Wakil Ketua II Badan Musyawarah (Bamus) DPRK Mimika.

Karel Gwijangge meninggalkan seorang istri, 11 anak, dan empat cucu.

Selamat jalan, Bapak Karel Gwijangge.
Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi bagi masyarakat Mimika. (nls)

Berita Terkait

Top