Nobar Film Teman Tegar – Maira ‘Whisper From Papua’ – Pesan Kuat Jaga Hutan di Papua


Timika, KontenMimika.com – PT Aksa Bumi Langit menayangkan Film Teman Tegar – Maira Whisper From Papua, Jumat 16 Januari 2026, di Diana Mall XXI Timika, Jalan Budi Utomo, Papua Tengah.

Film ini memberi pesan betapa pentingnya hutan yang merupakan sumber kebutuhan hidup bagi masyarakat asli Papua.

Anggi Friska, sutradara film saat diwawancara menyampaikan, proses pembuatan film ini memakan waktu hingga 2,5 tahun. Mulai dari mencari ide, riset, pemilihan lokasi, casting dan shooting.

“Proses casting tidak terlalu lama. Yang lama itu proses pelatihannya. Kami ingin melibatkan masyarakat lokal sepenuhnya untuk menjadi voice of narration film ini,” ucapnya.

Kata Anggi, pemutaran film ini merupakan rangkaian Road to 5 Februari. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat asli Papua yang merupakan subyek untuk bersuara dalam menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami ingin menyebarkan film ini di Papua duluan sebagai penghormatan. Papua bukan sekedar obyek, tetapi subyek yang ingin bersuara lebih besar lagi untuk menginspirasi seluruh Indonesia lewat film ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa selama proses pembuatan film ini ia banyak pelajaran yang sangat berarti tentang seni masyarakat adat Papua. Sebab seni yang hadir dalam film ini merupakan suara masyarakat adat Papua.

“Dalam proses ini saya belajar banyak dari masyarakat adat. Bagaimana Papua dengan kekuatan seninya sungguh sangat luar biasa. Karena bisa dibilang, seni yang hadir film ini adalah suara-suara dari teman-teman Papua,” jelasnya.

Anggi berharap film ini dapat menginspirasi agar manusia dapat terus terkoneksi dengan alam. Hal ini tidak hanya berlaku dalam lingkup masyarakat adat, tetapi orang-orang yang tinggal di kota pun memiliki peran untuk menjaga hutan dan ikut menarasikan apa yang menjadi perjuangan masyarakat adat Papua.

“Harapannya adalah bagaimana terkoneksinya kembali hubungan manusia dengan alam. Ketika bencana datang, uang tidak lagi penting, tetapi air, udara, pohon, makanan, dan obat-obatan yang semua ada di hutan. Uang bukan segalanya. Tetapi alam adalah segalanya yang perlu diperjuangkan untuk kehidupan kita,” tutupnya.

Sementara itu Anggota DPRP Papua Tengah Nancy Raweyai berharap, film ini kiranya dapat menginspirasi generasi muda agar lebih peduli dalam menjaga hutan dan lingkungannya. Sebab sudah banyak terjadi bencana alam yang menjadi tanda nyata.

“Semoga melalui film ini bisa membuka mata kita semua, untuk perduli menjaga hitan. Karena kita punya hutan dan alam ini hanya satu. Tidak ada lagi. Kiranya kesedihan dan keresahan dari film ini bisa memberikan peringatan dan pesan yang baik untuk generasi muda. Dan kita semua yang punya tanggung jawab moral untuk menjaga hutan dan lingkungan,” ucapnya.

Ia pun berencana akan mengajak anak-anak Mimika untuk menyaksikan film tersebut pada bulan Februari mendatang. Sebab kegiatan nonton bareng (Nobar) ini merupakan kegiatan positif dan efektif dalam menanamkan rasa cinta anak-anak kepada hutan.

“Semoga (anak-anak) dari Kyura bisa kita bawa. Tapi nanti kita atur teknisnya, karena jauh. Iya, dari Mimika semuanya. Jayanti kah, tempat yang biasa kita turun untuk bikin kegiatan untuk anak-anak. Tapi saya akan bawa anak-anak untuk nobar di bulan Februari,” tutupnya. (Nlsn)

Berita Terkait

Top