Distrik Wania Dicanangkan Punya Bank Sampah Pertama di Mimika


Timika, KontenMimika.com – Program Bank Sampah dalam rangka penanggulangan sampah yang berdampak ekonomis bagi warga akan dimulai di Distrik Wania.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengumumkan hal ini di hadapan para peserta Clean Friday Wania Jumat 29 Agustus kemarin.

Bupati menjelaskan sebenarnya sudah ada kelurahan lain yang ingin menjadi yang pertama mendirikan Bank Sampah. Namun ia menilai Distrik Wania lebih siap menjalankan program penanggulangan sampah yang membawa manfaat ekonomis itu.

Ia menjelaskan, sosialisasi dari pihak bank akan mulai turun ke sekolah-sekolah. Para pelajar diminta untuk mengumpulkan sampah yang bernilai ekonomis seperti botol, plastik dan kertas bisa ditukarkan dengan uang.

“Nanti anak-anak sekolah akan didatangi untuk mendapat sosialisasi, bagaimana membuat sampah ini menjadi uang. Kami akan buka bank-bank sampah dengan biaya pemerintah, bekerja sama dengan bank BNI 46,” ujarnya.

Bupati mencontohkan program Bank Sampah ini sudah berjalan dengan baik di Banyumas. Untuk di Mimika program Bank Sampah ini akan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup DLH Mimika.

Pola penanganan sampah sekarang adalah kumpul dan olah, tidak hanya sekedar dibuang.

“Kita ubah pola pikir dari ‘angkat, kumpul, buang’ menjadi ‘angkat, kumpul, olah’. Sampah bukan lagi dibuang, tapi dimanfaatkan,” sebutnya.

Program Bank Sampah akan dimulai dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah, untuk mengedukasi para siswa tentang bagaimana mengelola sampah menjadi sumber penghasilan.

Program ini ditargetkan mulai berjalan pertengahan bulan depan, dan akan terus disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun menyatakan kebanggaannya lantaran Bupati Mimika memilih Distrik Wania sebagai pionir dimulainya program Bank Sampah.

Ia bangga, upaya penanganan sampah yang dilakukan di Distrik Wania bisa mendapat antensi dari Bupati.

“Kami merasa bangga, bahwa usaha-usaha yang dilakukan dari masyarakat RT sampai distrik, kami dinotice oleh Bapak Bupati. Ini membuat kami lebih semangat lagi,” ungkapnya.

Ke depan pihaknya akan menyediakan lokasi untuk Bank Sampah. Sementara ini yang sudah siap di Kampung Nawaripi dan Mawokau Jaya.

“Yang sudah fix, ada di kampung di Nawaripi, juga di Mawokau Jaya. Yang di kelurahan lain sedang disiapkan titik lokasinya,” tandas Merlyn.

Program Bank Sampah melibatkan aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah anorganik yang dapat ditukar dengan uang tunai maupun bahan ekonomis lainnya.

Program Bank Sampah untuk meningkatkan partisipasi kebersihan lingkungan oleh masyarakat, sekaligus menciptakan sumber ekonomi warga. (Admin)

Berita Terkait

Top