Pemkab Mimika Wanti Warga Tidak Panic Buying Jelang Hari Besar Keagamaan
Timika, KontenMimika.com – Pemerintah Kabupaten Mimika mewanti warga agar tidak melakukan praktik pembelian berlebihan atau panic buying, jelang mendekatnya Hari Besar keagamaan seperti Tahun Baru Imlek dan Bulan Ramadhan.
Penegasan ini diungkapkan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong saat membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah, di halaman Graha Eme Neme Yauware, Jumat 13 Februari 2026.
Lanjut Wabup EK, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga pada sikap bijak masyarakat dalam berbelanja. Panic Buying dapat membuat stok barang kosong sehingga harga naik dan merugikan warga itu sendiri.
“Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di pasar tradisional maupun modern. Namun kami juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panic buying,” ujarnya.

Menurut dia, pembelian dalam jumlah besar secara tidak wajar justru dapat memicu kelangkaan sementara di tingkat pasar, mendorong kenaikan harga, serta menciptakan kepanikan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
Emanuel menegaskan Pemkab Mimika akan mengambil langkah cepat apabila terjadi gejolak harga yang tidak wajar, termasuk memperkuat distribusi dan memastikan pasokan tetap tersedia.
Selain itu, ia mengajak warga untuk mendukung produk lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Dengan memperkuat produksi dan konsumsi pangan lokal, kita tidak hanya menjaga stabilitas pasokan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal di Mimika,” katanya.

Ia menambahkan, stabilitas pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Mari kita bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan membangun Kabupaten Mimika yang mandiri, sejahtera, dan berkeadilan,” tandas Wabup Emanuel Kemong. (Nlsn)





