Warga Bakar Ban Blokade Jalan di Pusat Timika, Tuntut Kepastian Pembelian Emas Lokal
TIMIKA, KontenMimika.com — Arus lalu lintas di pusat Kota Timika, Papua Tengah, sempat lumpuh total mulai sore pada Senin, 23 Februari 2026.
Sejumlah warga memblokade ruas Jalan Ahmad Yani menuju Gorong-gorong dan Jalan Leo Mamiri sebagai bentuk protes atas belum dibukanya kembali aktivitas pembelian emas hasil pendulang lokal.
Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan roda dua dan roda empat tak dapat melintas.
Massa membakar ban bekas di tengah jalan, menimbulkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan memperparah kemacetan di kawasan tersebut. Titik penutupan berada di depan salah satu toko penjual perhiasan emas yang selama ini menjadi lokasi transaksi emas masyarakat.
Sejumlah warga profesi pendulang mengaku kecewa karena belum ada kejelasan kapan aktivitas jual-beli emas dapat kembali berjalan normal. Mereka menilai penghentian pembelian emas berdampak langsung pada penghasilan harian.
“Kami hanya minta kepastian. Kalau memang belum bisa dibuka, sampaikan alasannya dan sampai kapan,” ujar salah satu warga di lokasi aksi.
Aparat dari Polres Mimika telah berada di lokasi untuk mengamankan situasi dan mengurai kemacetan. Polisi juga melakukan negosiasi dengan perwakilan massa agar blokade jalan dibuka demi kepentingan umum.
Hingga berita ini ditulis, warga masih bertahan dan belum membuka akses jalan. Mereka menuntut adanya penjelasan resmi dari pihak pembeli emas sebelum menghentikan aksi. (Vctr)





