Harga Tiket Pesawat Keluar Timika Tinggi, UPBU Sebut Bukti Pusat Ekonomi


Permintaan tinggi saat arus mudik membuat lonjakan harga tinggi, masyarakat diminta cermat pilih rute, kalau salah bisa belasan juta

Timika, KontenMimika.com – Tingginya harga tiket pesawat dari Timika menuju berbagai daerah di Indonesia menjadi sorotan. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangan Timika, Muchammad Nafiek, menilai fenomena ini justru menjadi indikator bahwa Timika merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi.

Nafiek menjelaskan, saat ini harga tiket pesawat untuk rute keluar dari Timika cenderung lebih tinggi dibandingkan tiket masuk. Kondisi ini berbeda dengan pola umum arus mudik nasional, di mana biasanya tiket dari kota besar menuju daerah lebih mahal.

“Kalau di aplikasi pembelian tiket, yang harganya tinggi adalah yang keluar dari Timika, sementara yang masuk harganya rendah sekali. Saya lihat kemarin ada harga dari Jogja cuma Rp1,8 juta. Ini menunjukkan bahwa arus mudiknya adalah keluar dari Timika. Artinya, pusat kegiatan ekonominya ada di sini,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, saat musim libur, banyak pekerja di Timika yang pulang ke daerah asal sehingga permintaan tiket keluar meningkat signifikan. Lonjakan permintaan tersebut kemudian memicu kenaikan harga sesuai mekanisme pasar.

Nafiek juga menanggapi keluhan masyarakat terkait harga tiket yang disebut mencapai hingga Rp12 juta. Ia menegaskan bahwa harga tersebut merupakan akumulasi dari sistem pencarian rute pada aplikasi tiket daring yang sering kali menawarkan perjalanan dengan banyak transit.

“Itu harga akumulasi. Sistem algoritma di aplikasi mencari rute dari Timika ke Jakarta, meskipun harus transit berkali-kali hingga berhari-hari. Makanya harganya bisa berlipat-lipat. Masyarakat harus memahami produk yang dibeli,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih tiket, termasuk memperhatikan jumlah transit, durasi perjalanan, serta potensi biaya tambahan selama perjalanan.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk merencanakan perjalanan lebih awal agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau, terutama saat pemerintah memberikan insentif tiket.

“Kalau beli tiket mepet dengan tanggal keberangkatan, otomatis kursi sudah banyak terisi dan harganya jadi mahal. Kalau tidak dapat tiket pesawat, bisa pertimbangkan transportasi laut meskipun waktunya lebih lama,” katanya.

Nafiek memastikan bahwa pihak bandara bersama seluruh pemangku kepentingan telah siap menghadapi lonjakan penumpang. Berbagai langkah antisipasi, seperti perpanjangan jam operasional dan pengecekan sarana prasarana, telah dilakukan.

“Semua sudah siap. Kami sudah lakukan inspeksi, kalibrasi, dan koordinasi. Laporan terakhir menyatakan bahwa kami siap dengan berbagai skenario lonjakan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Top