Adolina Magal Serap Aspirasi, Warga Hoya Keluhkan Akses Pendidikan dan Kesehatan, Butuh Sekolah dan Klinik Kesehatan


Mimika, KontenMimika.com – Anggota DPRK Mimika, Adolina Magal, S.AP, menggelar kegiatan reses di Distrik Hoya pada Sabtu, 15 Maret 2026, untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, warga Kampung Hoya menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar segera membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan di wilayah mereka.

Masyarakat mengungkapkan kebutuhan mendesak akan kehadiran sekolah, agar anak-anak dapat memperoleh pendidikan yang layak tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Demikian pula, pembangunan klinik atau puskesmas pembantu dinilai penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan memadai.

Adolina Magal yang turun langsung memantau kondisi warga di Kampung Jawa, Distrik Hoya, menemukan fakta memprihatinkan.

“Anak-anak berangkat sekolah dari Kampung Jawa ke distrik harus berjalan kaki selama tiga jam untuk sampai ke sekolah yang berada di distrik tersebut. Hal yang sama juga dialami warga ketika sakit; perjalanan ke klinik juga memakan waktu tiga jam,” ungkapnya.

Menurut Adolina, kondisi ini menegaskan pentingnya pembangunan sekolah sekaligus klinik atau puskesmas di wilayah itu. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya pembangunan jembatan layang penghubung antar kampung guna mempermudah akses transportasi dan mobilitas warga.

Aspirasi yang disampaikan masyarakat ini lahir dari keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup, menciptakan generasi yang cerdas dan sehat, serta memperkuat masa depan Kampung Hoeya.

Dengan tersedianya sekolah dan klinik, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan pelayanan dasar dapat terpenuhi dengan baik.

“Pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kampung Hoya sangat mendesak dilakukan. Kami berharap pemerintah daerah dapat segera merespons aspirasi ini demi kemajuan dan pemerataan pembangunan di Distrik Hoya,”tambahnya.

Lebih lanjut Adolina menjelaskan, Distrik Hoya hingga saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam hal pembangunan.

Dibandingkan wilayah lain di Kabupaten Mimika, kawasan ini dinilai tertinggal, terutama dalam hal infrastruktur dasar, pelayanan pendidikan, kesehatan, serta akses transportasi yang layak. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat setiap harinya.

Keterbatasan akses jalan, minimnya fasilitas umum, serta sulitnya menjangkau layanan pendidikan dan kesehatan menjadi persoalan yang tak kunjung usai. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah dapat segera turun tangan untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

Harapan ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang menekankan pentingnya pembangunan dari desa menuju kota. Pendekatan pembangunan yang dimulai dari kampung dan desa diyakini mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan, membuka akses ekonomi, serta meningkatkan kualitas layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

“Kami ingin Hoya tidak lagi tertinggal. Dengan pembangunan yang merata, kami yakin anak-anak kami bisa sekolah dengan layak, warga bisa berobat dengan mudah, dan perekonomian bisa tumbuh,” ujarnya.

Masyarakat Hoya pun berharap agar pemerintah konsisten mendorong pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah mereka.

Dengan komitmen tersebut, Hoeya diyakini mampu bangkit, berkembang, dan pada akhirnya setara dengan daerah-daerah lain yang lebih maju di Kabupaten Mimika. (lsb)

Berita Terkait

Top