Aksi Toleransi di Mimika, Dewan Hj. Rampeani Rachman Bagikan Air untuk Peserta Jalan Salib
Ratusan karton air minum dibagikan, jadi simbol kebersamaan lintas iman di momen Paskah.
TIMIKA, KontenMimika.com — Semangat toleransi antarumat beragama kembali terlihat di Kabupaten Mimika.
Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, beragama Islam, membagikan ratusan karton air minum kepada umat Kristiani yang mengikuti prosesi jalan salib.
Aksi sosial itu berlangsung di wilayah Mapurjaya, Jumat, 3 April 2026. Prosesi jalan salib diikuti umat Katolik yang berjalan kaki dari Gereja Katolik Muare menuju gereja di Kaugapu, Distrik Mimika Timur.
Di tengah perjalanan panjang, bantuan air minum tersebut menjadi penopang penting bagi peserta. Kehadiran Rampeani di lokasi juga dinilai sebagai simbol kuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Dalam keterangannya, Rampeani menyampaikan ucapan selamat merayakan Paskah kepada umat Kristiani, khususnya di Papua dan Mimika. Ia menyebut aksi berbagi itu sebagai bagian dari nilai yang telah ditanamkan sejak kecil.
“Hari ini saya memberikan sedikit sumbangan air minum untuk saudara-saudara kita yang melaksanakan jalan salib. Ini bukan hal baru, tetapi sudah menjadi kebiasaan kami sejak kecil, diajarkan oleh orang tua untuk saling menghargai dan memupuk toleransi,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut dia, setiap agama mengajarkan kasih, kebenaran, dan persaudaraan, termasuk konsep hablum minannas dalam Islam sebagai landasan menjaga hubungan antar sesama.
Aksi tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Para peserta jalan salib mengaku terbantu dengan ketersediaan air minum selama prosesi berlangsung.
Rampeani menyebut bantuan yang disalurkan mencapai ratusan karton, meski tidak dihitung secara rinci. “Yang penting saya pastikan bisa mencukupi kebutuhan saudara-saudara kita yang melaksanakan kegiatan,” katanya.
Ia berharap momentum Paskah membawa kedamaian dan mempererat persatuan di Mimika.
“Kita harus terus menjaga tali persaudaraan. Perbedaan bukan untuk memisahkan, tetapi menjadi perekat dalam membangun kebersamaan,” ujarnya. (crt)






