Halal Bihalal Kemenag Mimika, Gabriel Rettobyaan: Momentum Perkuat Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan


Tahun 2026 istimewa! Hari Raya Islam, Kristen dan Hindu berdekatan.

TIMIKA, KONTENMIMIKA.com – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, menegaskan bahwa perayaan hari-hari besar keagamaan yang berlangsung berdekatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan di Mimika.

“Tiga hari besar keagamaan dirayakan dalam bulan yang sama. Ini menjadi momen yang sangat baik untuk merajut silaturahmi dan memperkuat kerukunan,” ujarnya dalam kegiatan Halal Bihalal Kementerian Agama Kabupaten Mimika di Serayu, Jalan Yos Sudarso, Kamis 16 April 2026.

Ia menjelaskan, tahun ini menjadi istimewa karena perayaan Ramadan umat Islam berdekatan dengan masa puasa umat Kristiani, serta dirangkaikan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pawai ogoh-ogoh, Idulfitri, dan Paskah.

Menurut Gabriel, nilai cinta menjadi fondasi utama dalam setiap pelayanan, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama.

“Jika pelayanan dilakukan tanpa cinta, maka akan terasa hambar. Cinta adalah nilai tertinggi dalam kehidupan, baik kepada sesama maupun kepada yang berbeda,” tegasnya.

Ia menyebut, halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi ruang rekonsiliasi untuk memperbaiki hubungan yang renggang dan mempererat kembali tali persaudaraan.

“Halal bihalal adalah pertemuan untuk meluruskan benang kusut persaudaraan, melepaskan beban, dan saling memaafkan agar hubungan kembali harmonis,” jelasnya.

Gabriel juga menekankan pentingnya menanamkan nilai kebersamaan lintas agama dalam kehidupan masyarakat Mimika.

“Ini masjid kita, ini gereja kita, ini pura kita, ini vihara kita. Jika pemahaman ini tertanam dari generasi ke generasi, maka semua akan saling menjaga rumah ibadah sebagai tempat suci,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan peran strategis Kementerian Agama sebagai pembina umat, sehingga ASN Kemenag harus bekerja sesuai visi, menjaga integritas, serta tetap netral dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kemenag harus menjadi jembatan yang mendamaikan, tempat semua orang merasa aman dan nyaman,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat kerukunan umat beragama di Kabupaten Mimika menunjukkan capaian positif, yang dibuktikan dengan diraihnya Harmoni Award Tahun 2025.

“Ini bukan hanya kerja pemerintah, tetapi hasil kolaborasi seluruh masyarakat Mimika. Namun, mempertahankan kerukunan jauh lebih sulit, sehingga membutuhkan komitmen bersama,” ungkapnya.

Gabriel menambahkan, meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran, penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan tetap menjadi program prioritas Kementerian Agama.

Ia pun mengingatkan seluruh ASN Kemenag untuk terus menjunjung lima nilai utama, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keadilan.

“Nilai-nilai ini akan membentuk kita menjadi pribadi yang santun dan mampu menjalankan amanah sebagai pembina umat,” tutupnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika Ananias Faot, Anggota DPRK Mimika Rampeyani Rachman, para ketua DKM, pimpinan madrasah dan yayasan Islam, mubalig, tokoh agama, serta tokoh pemuda. (nls)

Berita Terkait

Top