PJ Malaria: Jemput Bola dan Jumat Bersih Jadi Andalan Mimika Tekan Kasus Malaria


TIMIKA, KONTENMIMIKA.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengandalkan strategi jemput bola dan gerakan Jumat Bersih untuk menekan penyebaran malaria hingga ke tingkat kampung. Upaya itu diperkuat dengan melibatkan kader malaria sebagai ujung tombak edukasi masyarakat.

Penanggung Jawab Program Malaria Kabupaten Mimika, Imelda Ohoiledjaan, mengatakan pendekatan berbasis masyarakat dinilai lebih efektif karena warga cenderung mendengarkan orang-orang yang mereka kenal sendiri.

“Masyarakat lebih mendengarkan ketika yang berbicara adalah tetangganya sendiri. Kader kami berbicara langsung dari hati ke hati,” ujarnya.

Menurut Imelda, banyak warga masih belum memahami malaria secara menyeluruh, termasuk cara penularan dan pencegahannya. Karena itu, kader malaria dilibatkan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Selain edukasi, Dinas Kesehatan juga menerapkan strategi penjaringan aktif. Petugas kesehatan tidak hanya menunggu warga datang berobat, tetapi mendatangi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan massal, termasuk kepada warga yang tidak memiliki gejala.

“Ketika kami menemukan parasit dalam tubuh seseorang meski tidak bergejala, langsung kami obati. Dengan begitu, ia tidak bisa menularkan ke orang lain,” ujarnya.

Imelda mengatakan upaya pencegahan malaria berfokus pada dua hal utama, yakni menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Warga diminta membersihkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, termasuk membuka saluran air yang tersumbat melalui kegiatan kerja bakti.

“Jumat Bersih menjadi salah satu wadah untuk membersihkan lingkungan bersama-sama,” kata Imelda.

Untuk genangan yang sulit ditangani, seperti kolam atau selokan kecil, masyarakat diminta membersihkan lumut dan rumput karena menjadi tempat persembunyian jentik nyamuk.

Ia menegaskan keberhasilan eliminasi malaria sangat bergantung pada kesadaran masyarakat menjaga lingkungan masing-masing.

“Yang paling penting, kesadaran itu datang dari diri sendiri, mulai dari rumah dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika berharap langkah tersebut dapat terus menekan angka kasus malaria hingga mencapai eliminasi total di wilayah Mimika. (lsb)

Berita Terkait

Top