Himpunan Psikologi Indonesia Bentuk Komunitas Lankesa, Perluas Layanan Kesehatan Mental di Timika


TIMIKA – Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Papua Tengah membentuk komunitas psikologi bernama Lankesa atau Langkah Kecil Tumbuh Bersama sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan mental bagi masyarakat di Kabupaten Mimika.

Pembentukan komunitas tersebut diumumkan usai kegiatan konsolidasi organisasi HIMPSI wilayah Papua Tengah yang berlangsung di Timika. Ketua Lankesa yang juga Kepala Bidang Organisasi HIMPSI Papua Tengah, David Setiawan, M.Psi., Psikolog, mengatakan komunitas itu lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan kesehatan mental yang terjadi di masyarakat.

Menurut David, Lankesa dirancang sebagai gerakan sosial dan kemasyarakatan yang bertujuan mendekatkan layanan psikologi kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental.

“Masalah psikologi ini butuh kesadaran, baik bagi mereka yang mengalami ataupun orang yang punya latar belakang keilmuan psikologi. Jangan sampai menunggu viral dulu baru kita bergerak. Kenapa kita tidak bisa bergerak dari awal? Itulah yang kami inginkan, makanya ada gerakan ini,” kata David kepada wartawan.

Ia menjelaskan, sejumlah persoalan seperti perundungan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), depresi, hingga kasus bunuh diri menjadi perhatian utama komunitas tersebut. Menurut dia, banyak kasus kesehatan mental yang terjadi di masyarakat namun tidak terungkap atau tidak tertangani secara memadai.

Karena itu, Lankesa diharapkan dapat menjadi wadah pencegahan dan penanganan dini terhadap berbagai persoalan psikologis sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.

David menilai keberadaan komunitas tersebut semakin penting mengingat jumlah psikolog yang aktif berpraktik di Timika masih sangat terbatas. Saat ini, kata dia, hanya terdapat sekitar dua hingga tiga psikolog yang melayani masyarakat di daerah tersebut.

Di sisi lain, cukup banyak lulusan psikologi asal Timika yang belum bekerja sesuai bidang keilmuannya. Melalui Lankesa, HIMPSI berharap para sarjana psikologi dapat memiliki ruang untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa pendidikan.

“Harapannya kami bisa mengambil peran bagi lulusan psikologi Timika untuk mengaplikasikan ilmunya. Karena ilmu itu kalau tahun pertama masih tersimpan, tapi kalau tidak digunakan, lama-lama akan hilang. Tertutup informasi baru, akhirnya ketika ada pekerjaan, mereka jadi bingung,” ujarnya.

Ke depan, Lankesa berencana menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menjalankan berbagai program kesehatan mental. Pada tahap awal, komunitas tersebut akan memfokuskan kegiatan di wilayah Kota Timika untuk memperkenalkan keberadaan organisasi dan membangun kepercayaan masyarakat.

Setelah itu, program akan diperluas ke lingkungan sekolah serta menjangkau wilayah pesisir dan pedalaman Mimika.

Meski belum diluncurkan secara resmi, Lankesa telah menyiapkan kegiatan perdana berupa pembukaan stan konsultasi psikologi yang akan digelar pada Sabtu mendatang bertepatan dengan kegiatan Car Free Day di Timika.

“Sementara ini kami fokus di Kota Timika. Kami akan buat program supaya dikenal dan mendapat kepercayaan masyarakat. Baru kemudian kami turun ke sekolah-sekolah, pesisir, dan pegunungan. Tetap kami akan berkolaborasi dengan Pemerintah Mimika,” kata David. (lsb)

Berita Terkait

Top