Profiling 2.644 ASN Mimika, Bupati Tegaskan Jabatan Tak Lagi Diacak-acak
KONTENMIMIKA.com, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika mulai memetakan kompetensi 2.644 aparatur sipil negara melalui Profiling ASN 2026. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan pemetaan itu menjadi bagian dari upaya membangun manajemen kepegawaian berbasis sistem merit.
Kegiatan tersebut dibuka Johannes di Aula Lantai 3 Kantor BPKAD Kabupaten Mimika, Rabu, 26 Agustus 2026.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura Nur Hasan, Kepala BKPSDA Mimika Hermelina W. Imbiri, para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah, dan peserta profiling.
Bupati JR mengatakan profiling ASN diperlukan untuk membangun birokrasi yang profesional sekaligus memberikan kepastian dalam pengembangan karier aparatur.
“Hari ini kita mulai meletakkan sebuah pondasi yang kokoh bagi manajemen kepegawaian kita di Kabupaten Mimika. Sesuai dengan visi dan misi kami, semuanya berbicara tentang satu hal, yaitu bagaimana membangun birokrasi yang baik,” katanya.
Ia menegaskan sistem merit harus menjadi dasar dalam penempatan dan pengembangan karier ASN. Dengan sistem tersebut, pergantian kepala daerah tidak semestinya membuat aparatur berpindah jabatan tanpa pertimbangan yang jelas.
“Ke depannya, siapa pun Bupati yang menjabat, Bapak dan Ibu tidak akan lagi diacak-acak atau dipindah-tangani sembarangan. Kita akan tetap berpegang teguh pada prinsip dan aturan yang berlaku serta melaksanakannya secara tertib dan profesional,” ujarnya.
Menurut Bupati, penempatan ASN harus mengacu pada kompetensi, kinerja, proses, dan data yang objektif. Karena itu, ia meminta peserta mengikuti profiling secara serius dan menjadikannya kesempatan untuk mengetahui kapasitas masing-masing.
Ia mengatakan hasil pemetaan tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam memilih pejabat untuk menduduki posisi tertentu.
“Kegiatan profiling ini merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan nilai tersebut. Bapak dan Ibu harus berpacu agar posisi bisa naik, setidaknya masuk ke tingkat tujuh, delapan, bahkan sembilan. Karena dalam sistem, hanya mereka yang berada di tingkat tujuh, delapan, dan sembilan yang bisa kami pilih,” kata dia.
Bupati John Rettob menargetkan setiap jabatan nantinya memiliki sedikitnya lima kandidat yang memenuhi kualifikasi. Dengan begitu, pemerintah daerah memiliki basis data kandidat yang dapat digunakan dalam proses seleksi sesuai ketentuan.
Ia mengatakan pembenahan manajemen kepegawaian di Mimika telah dimulai sejak 2025. Saat itu, pemerintah daerah melaksanakan profiling terhadap 1.000 ASN.
Antusiasme aparatur dalam mengikuti proses tersebut, menurut Johannes, menunjukkan adanya keinginan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme ASN.
Ia juga meminta ASN yang mengalami perubahan jenjang atau jabatan mengikuti penilaian kembali agar data kompetensi tetap menggambarkan kondisi terkini.
“Jangan takut pada pemetaan ini. Jadikan kesempatan untuk mengenali diri sendiri dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 2.644 ASN mengikuti Profiling ASN 2026.
Peserta terdiri atas 32 pejabat pimpinan tinggi pratama, 140 pejabat administrator, 113 pejabat pengawas, 805 pejabat fungsional kesehatan dan lainnya, 361 pejabat fungsional guru jenjang ahli madya, serta 1.190 pejabat pelaksana atau fungsional umum.
Profiling berlangsung selama empat hari, 26–29 Agustus 2026.
Pelaksanaannya tersebar di empat lokasi, yakni SMP Negeri 2 Mimika, SMP Negeri 11 Mimika, SMP YPPK Santo Bernardus Mimika, dan SMK Tunas Bangsa Mimika. (trm)






