IPN Freeport Bina 11 Pengusaha Muda Papua dengan Materi Kelas Dunia
(Tabuh tifa, tanda progam Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship (PBP YET) 2024 dimulai, di Institut Pertambangan Nemangkawi, Rabu 17 April 2024. Foto: KontenMimika.com)
Timika, KontenMimika.com – Institute Pertambangan Nemangkawi (IPN) milik PT Freeport Indonesia menyelenggarakan program Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship (PBP YET) 2024.
Setelah vakum selama 3 tahun, program ini kembali dibuka dengan angkatan perdana tahun 2024 sebanyak 11 orang peserta, yang merupakan para pengusaha muda UMKM.
11 peserta Batch 1 ini telah mengalahkan ratusan pelamar lainnya dalam seleksi yang panjang dan ketat.
Penjaringan program dilakukan sejak medio 2023 hingga awal 2024. Dari awal 252 pelamar menyisakan 11 orang yang lolos ikut PBP YET.

Sejak mulai dilaksanakan di tahun 2012 silam, Papua Bridge Program hingga tahun 2020 telah meluluskan sebanyak 213 siswa, yang terbagi dari 19 angkatan.
Tidak main-main, materi pembelajaran di PBP YET mengadopsi dari materi pengembangan kelas dunia.
“PBP YET mengadopsi materi pembelajaran dari program Dream Builder yang dibuat oleh Freeport McMoran Foundation yang berkolaborasi dengan Thunderbird School of Global Management dan Arizona Stater University. Dream Builder merupakan program pelatihan bersertifikasi online gratis yang telah diikuti oleh lebih dari 185 ribu orang di 182 negara,” ujar Imanuel Kafiar, Supt. Apprenticeship Management IPN.

Melalui PBP YET, Institut Pertambangan Nemangkawi terus berupaya untuk mengembangkan kapasitas generasi muda Papua semaksimal mungkin. “Sehingga para lulusan PBP nantinya mampu bersaing dan berprestasi di dunia kerja yang sesungguhnya,” sebut pria yang akrab disapa Manu itu.
Lagi katanya, aktifitas pembelajaran di PBP YET akan berlangsung kurang lebih, 3 sampai 4 bulan.

3 Tujuan Spesifik PBP YET
Kata Manu Kafiar, Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship ini mempunyai 3 tujuan spesifik yaitu,
- Mengembangkan minat dan bakar generasi muda Papua untuk menjadi pengusaha mandiri dan berdaya saing,
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampila, serta mental para generasi muda asli Papua untuk menjadi pengusaha yang kompeten di dunia usaha,
- Menciptakan agen-agen perubahan (Agents of change) yang menjadi magnet, contoh dan teladan bagi generasi muda Papua lainnya untuk berani terjun ke dunia usaha.

“Lebih difokuskan kepada pengembangan kapasitas anak-anak muda asli Papua yang memiliki minat dan bakat di bidang kewirausahaan atau bisnis,” ungkap Manu.
11 peserta PBP YET 2024 terdiri dari 1 laki-laki dan 10 orang perempuan; yang terbagi atas 2 peserta asal Suku Amungme, 3 suku Kamoro, 1 Suku Dani, 1 Suku Damal, 1 Suku Moni dan 3 suku Papua lainnya (Biak, Waropen dan Raja Ampat).
Pesan Motivasi dari Nathan Kum, SVP PTFI.
Dalam sambutannya mewakili management PTFI, Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum mengatakan, dalam mengerjakan suatu usaha harus dilandasi dengan percaya dan beriman kepada Tuhan sehingga usaha bisa diberkati dan mendatangkan keberuntungan dan keberhasilan.
“Ada motto dari peserta tadi, ‘Carilah Kerajaan Allah maka semua akan ditambahkan’, itu sangat luar biasa. Ada juga ‘Jangan mengeluh’, itu juga luar biasa,” ujarnya.
Selain itu dalam menjalankan suatu bisnis usaha, Nathan Kum meminta anak-anak muda Papua itu tidak dikuasai dengan niat ‘keinginan’ tapi harus berdasar ‘kebutuhan’.
Keinginan tidak akan ada habisnya, sementara kebutuhan yang harusnya menjadi prioritas untuk dipenuhi agar usaha berjalan berkelanjutan.
“Kalimat ‘kebutuhan’ beda dengan ‘keinginan’. Banyak yang bicara masalah keinginan, kita tidak bisa capai (keinginan) karena kita selalu ingin yang lebih besar lagi, justru kita yang akan stress,” sebutnya.

“Kita ingin kamera yang bagus atau hp yang mahal, padahal kebutuhan kita cuma untuk ‘halo’ saja (komunikasi). Ada ‘keinginan’ tapi kita lihat juga ‘kebutuhan’,” timpal Nathan Kum.
Kehadiran PBP YET adalah untuk memfasilitasi generasi muda Papua yang telah mempunyai usaha agar bisa lebih berkembang dan maju.
“Program ini mendukung orang yang punya keinginan untuk belajar. Orang yang punya sudah mandiri, kalau kita mendukung itu, pasti sukses. Kalau mereka yang inisiatif, itu yang kita fasilitasi, itu pasti akan sukses ke depan,” ungkapnya.
Nathan Kum optimis usaha para pengusaha muda Papua itu bisa berjalan dengan baik dan menuai kesuksesan.

“Siapa yang bilang orang Papua tidak bisa? Orang Papua itu biasa! Kecuali kita malas belajar, malas usaha, itu baru tidak bisa. Tuhan menciptakan kita semua sama. Semuanya bisa sukses,” ujarnya bersemangat.
Selain itu, bila menghadapi kendala dalam berusaha, ia meminta agar para peserta PBP YET untuk tidak menyerah dan belajar terus sampai sukses.
“Memang, usaha itu jatuh bangun. Ibaratnya anak kecil tidak ada yang langsung bisa jalan sendiri. Usaha itu persis sama. Tidak ada yang langsung sukses, pasti jatuh bangun. Kita mulai dari kecil sampai jadi besar,” tuturnya.

Nathan Kum juga berpesan agar para pengusaha muda Papua itu mengelola keuangan dengan professional dan selalu menabung agar usahanya bisa bertahan lama.
“Ada uang sedikit langsung simpan di bank. Jangan keluarga, om, tante datang baru kasih, kasih. Budaya kita Papua memang begitu tapi kita tutup telinga dulu. Jualan juga tidak usah kasih bon, uang di tangan baru kasih (barangnya). Uang hasil yang didapat itu langsung simpan di bank. Jangan taruh di kolong, terus ada orang datang ribut, terpaksa dikasih uang,” singkapnya.

Biodata 11 peserta perdana Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship 2024:
1. Nama: Agatha Eva Yenusi (nama panggilan: Agatha); Suku: Waropen-Biak; Usaha: Virgin Coconut Oil by Rasa Papua (2 tahun); Motto: Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33).
2. Nama: Ageta Alua (nama panggilan: Ata); Suku: Dani; Usaha: Jualan pinang dan sembako (1 tahun); Motto: Jangan mengeluh.
3. Nama: Beatriks Papuanita Rumbino (nama panggilan: Beatriks); Suku: Biak; Usaha: Cucian motor (2 tahun); Motto: Go big or go home.

4. Nama: Charolina Magdalena Werfete (nama panggilan: Magdalena); Suku: Kaimana-Kamoro; Usaha: Jualan sembako dan pinang (3 tahun); Motto: Never give up.
5. Nama: Fatima Yanti Onawame (nama panggilan: Fatima); Suku: Amungme-Biak; Usaha: Penyewaan tanah jual-jual pulsa di kontener (5 tahun); Motto: Kegagalan adalah kunci utama dari kesuksesan.

6. Nama: Fransina Weyau (nama panggilan: Sina); Suku: Kamoro; Usaha: Jual pinang dan warkop (6 tahun); Motto: Jangan pernah menyerah, teruslah bersyukur apapun keadaannya dan buatlah hari-harimu berarti.
7. Nama: Joni Uamang (nama panggilan: Jhon); Suku: Amungme; Usaha: Jualan hasil kebun sendiri; Motto: Jadilah anak yang mandiri dan berikan yang terbaik kepada keluarga.

8. Nama: Oktovina Migau (nama panggilan: Okto); Suku: Moni; Usaha: Kios dan jual pinang (1 tahun); Motto: Ora et labora.
9. Nama: Maria Gorensia Mameyau (nama panggilan: Maria); Suku: Kamoro; Usaha: Jasa anyam rambut (2 tahun); Motto: Sukses adalah saat persiapan dan kesempatan bertemu.
10. Nama: Riowati Husen (nama panggilan: Riowati); Suku: Dayak-Biak; Usaha: Homestay / penginapan (3 tahun); Motto: Menjadi berkat untuk orang banyak.

11. Nama: Robina Hagawal (nama panggilan: Unne); Suku: Damal; Usaha: Jual nasi kuning (3 tahun); Motto: Belum happy itu belum ending.
(Admin)






