YPMAK Belasungkawa Kecelakaan Heli dan Simpati Longsor Bawah Tanah Freeport
Timika, KontenMimika.com – Musibah beruntun terjadi di Kabupaten Mimika dalam sepekan belakangan. Pada Senin 8 September terjadi insiden longsor lumpur material di tambang Freeport dan pada Rabu 10 September terjadi kecelakaan helikopter milik PT Intan Angkasa jatuh di Jila.
Ketua Pengurus YPMAK (Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro) DR. Leonardus Tumuka mengungkapkan belasungkawa mendalam atas peristiwa nahas itu.
Ia mengungkapkan rasa duka mendalam atas meninggalnya 4 orang korban kecelakaan jatuhnya helikopter.
Ia juga mengungkap simpati mendalam atas musibah longsor lumpur tambang di area pertambangan PTFI di Tembagapura, yang kini sedang dalam upaya evakuasi penyelamatan 7 karyawan terjebak di bawah tanah.
Terkait musibah longsor di area tambang PTFI, Leo Tumuka mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk bersatu dalam doa, memohon agar proses penyelamatan korban dapat berjalan dengan lancar dan para korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Sementara terkait kecelakaan helikopter PT Intan Angkasa, Leo menyoroti pentingnya peningkatan koordinasi antara maskapai penerbangan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta otoritas terkait lainnya.
Menurutnya, kondisi cuaca dan faktor keamanan di wilayah pegunungan Papua yang sering kali sulit untuk diprediksi. Perlu dipertimbangkan dengan baik agar pelayanan jasa transportasi penerbangan bisa berjalan dengan lancar dan selamat.
Selain faktor cuaca, Ketua YPMAK Doktor Leo Tumuka juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik antar aparat keamanan untuk memastikan keselamatan penerbangan di wilayah yang memiliki kerawanan keamanan yang tinggi. (Admin)





