Ancaman Narkoba ke Anak Sekolah, Pemkab Mimika & LAN Perkuat Kolaborasi
Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Lembaga Anti Narkoba (LAN) Kabupaten Mimika menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Sinergitas Aparat Penegak Hukum dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta Optimalisasi Peran Masyarakat dan Kampung dalam Mewujudkan Mimika Bersinar (Bersih Narkoba).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Inosensius Yoga Pribadi, yang mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob. FGD dihadiri Kepala BNN Kabupaten Mimika, pimpinan LAN, narasumber, serta peserta dari berbagai unsur.
Dalam sambutannya, Yoga menyampaikan apresiasi kepada LAN Mimika atas inisiatif penyelenggaraan FGD tersebut. Menurut dia, kegiatan ini mencerminkan kepedulian terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika yang kian mengkhawatirkan di Kabupaten Mimika.
“Narkoba bukan sekadar masalah hukum, tetapi ancaman serius terhadap eksistensi generasi muda kita di Mimika,” kata Yoga.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan ekonomi tidak akan bermakna apabila kualitas sumber daya manusia rusak akibat narkotika. Karena itu, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Dibutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif lembaga swadaya masyarakat seperti Lembaga Anti Narkotika, untuk masuk hingga ke lini terkecil masyarakat dalam memberikan edukasi dan pencegahan dini,” ujarnya.
Yoga berharap FGD ini menghasilkan rekomendasi strategis dan langkah konkret yang dapat diterapkan di lapangan. Ia meminta peserta memanfaatkan forum diskusi untuk memetakan titik-titik rawan peredaran narkoba di Mimika, menyusun program edukasi yang menyentuh tingkat kampung dan sekolah, serta memperkuat kolaborasi antara LAN dan pemerintah daerah.
“Kolaborasi ini penting agar program kerja tahun anggaran 2025 benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Anti Narkoba Kabupaten Mimika Mawar Soplanit mengatakan ancaman narkoba saat ini tidak hanya menyasar generasi muda, tetapi juga anak-anak usia sekolah, termasuk siswa SMP hingga SD.
“Kami melibatkan kepala kampung, kepala distrik, dan lurah karena mereka adalah ujung tombak di masyarakat,” ujar Mawar.
Ia menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara LAN, BNN, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba di Mimika.
“Diskusi hari ini menjadi awal kerja bersama untuk menuntaskan persoalan narkoba,” katanya. (Dylg)






