Bulog Timika Jamin Beras Beredar Bermutu, Siap Ganti Jika Tak Layak Konsumsi


Tidak Impor, Standar Baru Patahan Beras 25 Persen Demi Serapan Petani Lokal

TIMIKA — Kepala Perum Bulog Timika, Dedy Wahyudi, memastikan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga. Ia menyatakan Bulog membuka ruang penukaran jika ditemukan beras yang tidak layak konsumsi.

Pernyataan itu disampaikan Dedy saat kegiatan pasar murah di Emeneme Yauware, Timika, belum lama ini. Menurut dia, seluruh beras yang masuk ke gudang Bulog telah melalui proses pemeriksaan kualitas sebelum didistribusikan ke masyarakat.

“Kami pastikan beras yang disalurkan layak konsumsi. Kalau ada yang kualitasnya kurang baik, silakan ditukar ke Bulog,” ujar Dedy.

Ia menjelaskan, Kabupaten Mimika bukan daerah penghasil beras sehingga bergantung pada pasokan dari luar, terutama dari Sulawesi dan Jawa. Kondisi ini membuat Mimika masuk kategori daerah defisit beras.

Di sisi lain, Dedy menyebut Bulog saat ini tidak lagi mendapat penugasan impor. Pengadaan beras difokuskan pada penyerapan produksi dalam negeri. Seiring kebijakan itu, pemerintah menetapkan perubahan standar kualitas beras yang diserap.

Jika sebelumnya batas patahan beras maksimal 5 persen, kini ditingkatkan menjadi 25 persen. Kebijakan ini, kata Dedy, bertujuan memperluas serapan gabah petani agar produksi tetap terjaga.

“Ini bagian dari upaya pemerintah mendorong penyerapan dalam negeri dan menjaga semangat petani untuk terus berproduksi,” katanya.

Dalam kegiatan pasar murah, Bulog turut mendukung penyediaan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Idul Fitri. Dedy berharap sinergi dengan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Mimika. (trm)

Berita Terkait

Top