Cap Go Meh di Mimika, Harmoni Nusantara dalam Cahaya Imlek. Bupati JR: Jaga dan Pertahankan Mimika Kabupaten Terharmoni se-Indonesia
Timika, KontenMimika.com – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Mimika menggelar perayaan Imlek 2577 Kongzili (Kuda Api) Malam Cap Go Meh, dengan tema “Harmoni Nusantara dalam Cahaya Imlek”.
Acara digelar di Gedung Graha Eme Neme Yauware, Jalan Budi Utomo, Timika, Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu, 3 Maret 2026.
Acara dibuka Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Ny. Susana Suzi Herawati Rettob, dan Ketua PSMTI Mimika Rusli Gunawan. Serta dihadiri ketua-ketua kerukunan di Kabupaten Mimika beserta tamu undangan lainnya.

Tema Nasional perayaan Imlek tahun ini yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia yaitu Harmoni Imlek Nusantara. Penetapan tema ini disebabkan karena akan dilaksanakannya perayaan hari besar keagamaan yang berturut-turut dalam renta waktu yang dekat.
“Tema yang ditetapkan Pemerintah Indonesia ini karena Imlek jatuh pada tanggal 17 (Februari). Besoknya umat Kristen melaksanakan Prapaskah, dan bagi umat Katolik Rabu Abu. Pada saat yang sama umat Muslim masuk bulan Ramadhan. Semua menyiapkan perayaan.”
“Menyambut Idul Fitri, Paskah, dan 19 Maret umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi 2026 atau Tahun Baru Saka 1948. Untuk itu harmoni ini betul-betul dilaksanakan dengan baik,” ucap Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya.

Apresiasi pun diberikan Bupati kepada keluarga besar PSMTI Mimika yang sudah turut besama-sama menciptakan suasana harmoni dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Mimika. Harmoni di Mimika merupakan tugas dan tanggung jawab bersama, sebab di Mimika ada beragam suku, bahasa, dan agama.
“Saya apresiasi kepada keluarga besar PSMTI Mimika yang terus berusaha bersama-sama membuat harmoni. Ini tugas kita semua. Membuat Mimika harmoni bersama-sama. Kita jaga kebersamaan ini,” jelasnya.
Tahun 2025, jelas Bupati, Mimika ditetapkan sebagai Kabupaten Terharmoni di Indonesia. Ia meminta segenap warga tanpa membeda-bedakan, agar menjaga dan mempertahankan gelar penghargaan tersebut.
“Harmoni ini sudah kita dapat. Tetapi bagaimana ke depan kita mempertahankan citra ini dengan baik. Untuk itu saya sampaikan kepada kita semua bahwa kita harus membuat Mimika ini menjadi rumah kita bersama,” ajaknya.

Menjaga masyarakat di dalam Mimika Rumah Kita untuk sehat, cerdas, dan tidak kelaparan serta terciptanya situasi yang aman dan damai merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Mimika.
Namun hal ini, tegas Bupati, tidak mungkin bisa tercapai tanpa adanya kerjasama dari seluruh masyarakat Mimika.
“Pemerintah harus jaga yang tinggal dalam rumah ini. Orang yang tinggal dalam rumah ini tidak boleh sakit. Masyarakat harus sehat. Orang yang tinggal dalam rumah tidak boleh bodoh. Masyarakat harus cerdas.”
“Orang tinggal dalam rumah harus aman, damai, dan tidak boleh lapar. Tugas siapa? Tugas pemerintah. Tetapi harus bekerja bersama-sama dengan kita semua masyarakat yang ada di Mimika,” terang Bupati JR.

Harus diakui, bahwa kontribusi pembangunan yang dilakukan oleh keluarga besar PSMTI Mimika di Kabupaten Mimika cukup besar.
Pembangunan seperti hotel, mall, bioskop, dan restoran merupakan bentuk kontribusi pembangunan yang dilakukan keluarga besar Tionghoa Mimika.
“Pembangunan kabupaten ini (Mimika) kalau tidak didukung keluarga besar PSMTI, kita tidak ada hotel Diana, hotel Horison, tidak ada XXI, Pizza. Sekarang ada Richeese lagi. Terus-menerus. Siapa yang buat itu? Ternyata Pak Gun punya anak buah semua,” sebutnya.
Pada hari Minggu 1 Maret kemarin, Bupati JR bersama keluarga besar Katolik PSMTI Mimika melakukan ibadah bersama di gereja Katolik Mapuru Jaya yang kondisi atap gereja sudah tak layak. Ia pun meminta kepada PSMTI Mimika untuk membantu perbaikan atap gereja tersebut.
“Saya bersama keluarga PSMTI, secara khusus Katolik Tionghoa yang ada di Timika, sembahyang bersama di Mapuru Jaya. Kondisi Gereja Mapuru Jaya itu kurang bagus. Kebetulan saya dikasih kesempatan memberikan sambutan, dan Pak Gun ada di depan. Ya sudah, saya bilang, Pak Gun ganti plafon semua. Dan mereka (PSMTI) bersedia,” ungkap Bupati JR.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga memberikan himbauan sekaligus mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk turut bersama-sama ikut pawai ogoh-ogoh dalam menyambut hari Nyepi umat Hindu tanggal 19 Maret. Juga Takbir Keliling menyambut hari Idul Fitri, serta Pawai Obor menyambut Paskah.
“Selama ini umat Hindu jalan sendiri. Saya bilang tidak boleh. Umat Hindu jalan, kita semua dukung. Kita ikut bersama-sama. Jadi pawainya jangan di Pura. Pura itu di dalam. Kita buat di tengah kota (Timika). Biar semua kita hadir. Saya mohon, supaya kita semua ikut sama-sama.”
“Kemudian pawai Takbir Keliling, kita ikut sama-sama pukul beduk. Dan Pawai Obor (Paskah), mari kita sama-sama jalan. Kita buat harmoni kita. Kita tunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia, bahwa dari Papua ini, harmoni kita nomor satu,” tutupnya. (nls)






