Di Balik Khidmatnya Peringatan Jumat Agung, Ada Pesan Pelayanan dari Distrik Mimika Baru
Mimika, KontenMimika.com — Suasana khidmat menyelimuti peringatan Jumat Agung, bukan sekadar ritual keagamaan bagi umat Kristiani. Di baliknya, tersimpan pesan mendalam tentang pengorbanan, tanggung jawab, dan panggilan untuk melayani sesama.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, memaknai peringatan Jumat Agung bukan hanya mengenang kisah iman, tetapi juga menjadi refleksi nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang dipercaya memegang tanggung jawab pelayanan publik.
“Jumat Agung mengingatkan kita bahwa pengorbanan bukan sekadar cerita iman, tetapi panggilan untuk bertindak,” ujarnya lewat pesan WA, Jumat, 3 April 2025.

Dalam setiap tugas pelayanan masyarakat pihaknya berupaya untuk bekerja menjaga kepercayaan masyarakat, dengan harapan kerja-kerja itu dapat memenuhi asa warga.
“Dalam setiap tanggung jawab yang kita emban, ada kepercayaan yang harus dijaga, ada harapan masyarakat yang tidak boleh diabaikan,” imbuhnya.
Baginya, melayani masyarakat bukan tentang mencari kenyamanan. Lebih dari itu, pelayanan menuntut keberanian untuk hadir, bekerja dengan hati, dan tetap berdiri teguh dalam berbagai tantangan.
“Melayani bukan tentang kenyamanan, tetapi tentang keberanian untuk hadir. Bekerja dengan hati dan tetap berdiri ketika keadaan tidak mudah,” ungkapnya
Ia berharap, semangat pengorbanan yang dimaknai dalam Jumat Agung dapat menjadi kekuatan bagi seluruh aparat pemerintah dan masyarakat untuk terus melayani dengan tulus dan bermartabat.
Di tengah berbagai dinamika yang dihadapi daerah, pesan sederhana itu menjadi pengingat: bahwa pelayanan sejati lahir dari hati yang rela berkorban.
“Selamat memperingati Jumat Agung,” tutup Merlyn, singkat, namun penuh makna. (trm)






