Forum Perangkat Daerah Ditutup, Wabup EK Minta Kepala OPD Naik Gunung dan Turun ke Pantai
Timika, KontenMimika.com – Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menutup kegiatan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika di Aula Bappeda, Jalan Mayon, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat 27 Maret 2026.
Dalam sambutannya Wabup Kemong mengatakan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk merencanakan dan menjalankan program sampai ke daerah pedalaman di wilayah Mimika, yang terdiri dari pegunungan dan pesisir pantai. Hal ini guna memastikan pelayanan publik berjalan sampai ke seluruh pelosok Mimika.
“Saya dan bapak bupati akan terus memperhatikan saudara-saudari, pimpinan OPD harus bekerja keras. Naik ke gunung, turun ke pantai, menjalankan program yang berpihak kepada masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Manu itu saat menutup kegiatan didampingi Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang.
Para pimpinan OPD yang baru dilantik diminta untuk dapat bekerja cepat dan tepat serta dapat melakukan efisiensi anggaran dan memberikan pertanggung-jawaban pada setiap rupiah yang digunakan.

“Efisiensi anggaran harus terus dilakukan, setiap rupiah dari anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan. Dengan prinsip efektivitas namun menyentuh pada kebutuhan dasar masyarakat,” pinta Wabup.
Selain kolaborasi lintas OPD, kata Emanuel, setiap OPD pun diharapkan dapat berkolaborasi dengan mitra-mitra pemerintah yang memiliki kepedulian yang sejalan dengan program pemerintah.
Serta dapat dipadukan dengan program strategis nasional seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, ketahanan pangan, dan sekolah sepanjang hari.
“Program-program yang akan dijalankan bukan untuk menghabiskan anggaran, melainkan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Mimika,” terangnya.

Menurutnya pertemuan di Forum Perangkat Daerah ini bukan sekedar rutinitas birokrasi atau kewajiban admistrasi, tetapi merupakan forum diskusi bersama tentang kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
“Hasil dari diskusi forum ini yaitu komitmen terhadap pembangunan Mimika di tahun yang akan datang,” harapnya.
Lagi kata Wabup EK, peningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan ekonomi kerakyatan, serta pemerataan pembangunan kampung-kampung di pesisir dan di gunung merupakan skala prioritas yang disepakati dalam forum ini.
Hal ini sesuai dengan tema pembangunan yaitu “Akselerasi Ekonomi Rakyat Berbasis Kearifan Lokal, Pemberdayaan UMKM dan Koperasi, serta Percepatan Digitalisasi Layanan Publik” dan komitmen “Pembangunan dari Kampung ke Kota.”
Wabup meminta program yang disusun para OPD di lingkup Pemkab Mimika harus berdampak langsung bagi masyarakat, serta memiliki kaitan langsung dengan rencana strategis, dan RPJMD.
“Bukan program-program yang sama, dan berulang dari tahun ke tahun tanpa melihat dinamika yang terjadi di lapangan,” ungkapnya.
Ia menegaskan kepada setiap OPD untuk memastikan data yang akan dimasukan ke dalam sistem telah terintegrasi dan terencana dengan akurat.
OPD yang menangani program yang sama seperti masalah stunting, kemiskinan ekstim, dan pendidikan harus dapat melakukan kolaborasi lintas sektor dan menghilangkan ego sektoral.
“OPD yang menangani program yang sama, ke depan tidak lagi jalan masing-masing. Harus koordinasi untuk membagi peranan masing-masing. Melalui satu pintu,” kandasnyanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Mimika Septinus Timang mengatakan, setelah forum OPD yang dilakukan selama dua hari ini, maka akan dilakukan Musrenbang RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah). Dan selanjutnya melakukan Musrenbang Otsus (Otonomi Khusus).
“Berharap pada Musrenbang RKPD nanti, setiap pimpinan OPD dapat melihat isu-isu prioritas yang merupakan agenda bupati dan wakil bupati, yaitu pembangunan dari kampung ke kota,” tandasnya. (nls)






