Hujan Iringi Misa Jumat Agung di Mimika, Umat Tetap Khidmat
Ribuan jemaat penuhi Gereja St. Stefanus Sempan, ikuti Jalan Salib hingga prosesi cium salib.
Timika — Ribuan umat Katolik di Kabupaten Mimika mengikuti Misa Jumat Agung di Gereja St. Stefanus, Sempan, Jumat, 2 April 2026. Hujan gerimis yang turun sejak pagi tidak menyurutkan kehadiran umat.
Jemaat memenuhi hampir seluruh area gereja hingga tenda tambahan di bagian luar. Misa dipimpin Pastor Broery, OFM, dalam suasana khidmat.
Misa ini turut dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Ny. Suzy Herawaty Rettob, yang juga sebagai jemaat dan pelayan di gereja tersebut.

Sebelum misa, umat mengikuti prosesi Jalan Salib yang digelar sejak pukul 08.00 WIT untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus.
Dalam homilinya, Pastor Broery menyampaikan bahwa kisah sengsara Yesus menggambarkan penderitaan dan ketidakadilan yang dialami Sang Juru Selamat. Ia menyebut Yesus menjalani penderitaan itu seorang diri tanpa pembelaan.
“Tidak ada seorang pun yang membela-Nya. Murid-murid-Nya menghilang. Tinggal Yesus seorang diri,” ujarnya.
Menurut dia, meski mengalami cacian dan perlakuan tidak adil, Yesus tidak melawan dan tetap setia memikul salib hingga wafat.
“Ia tidak membalas, tetapi tetap mengasihi. Kita diajak untuk mencintai sesama seperti diri sendiri,” katanya.
Pastor Broery juga mengingatkan umat agar tidak menyakiti sesama melalui kata-kata maupun tindakan, serta terus menghidupi nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Misa dilanjutkan dengan prosesi cium salib sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan Yesus Kristus. Prosesi ini merupakan bagian dari tradisi Gereja Katolik Roma dalam perayaan Jumat Agung.
Umat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib hingga selesai. (lsb)






