Lomba Cerita Rakyat Digelar, Pemkab Mimika Dorong Literasi dan Pelestarian Budaya
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah menggelar Lomba Cerita Rakyat tingkat Sekolah Dasar (SD) sebagai upaya meningkatkan budaya literasi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda. Kegiatan berlangsung di Grand Tembaga Hotel, Jalan Yos Sudarso, Mimika, Papua Tengah, Senin 20 Juli 2026.
Lomba yang diikuti 28 peserta dari berbagai sekolah dasar di Mimika ini mengusung tema “Melalui Cerita Rakyat Kita Lestarikan Budaya dan Tingkatkan Literasi Generasi Muda Mimika.”
Pembukaan dilakukan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santi Sondang, yang mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob. Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika Firon Balinol Mom serta tiga dewan juri, terdiri atas dua juri lokal dan satu juri dari Perpustakaan Nasional.

Ketua panitia, Martha, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan siswa sekolah dasar.
Selain itu, lomba diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap cerita rakyat dan budaya daerah, sekaligus mengembangkan kreativitas, kemampuan berbicara, serta rasa percaya diri.
“Melalui kegiatan ini kami ingin melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai warisan bangsa,” kata Martha saat membacakan laporan panitia.
Dalam sambutannya, Santi Sondang mengatakan cerita rakyat merupakan bagian penting dari kekayaan budaya, sejarah, dan identitas daerah.
Menurut dia, cerita rakyat juga menjadi media efektif untuk menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, gotong royong, kepedulian, dan cinta tanah air sejak usia dini.
Ia menegaskan lomba tersebut bukan sekadar ajang mencari pemenang, melainkan sarana pendidikan karakter. “Melalui cerita rakyat, peserta dapat mengenal nilai-nilai luhur, kearifan lokal, sejarah perjuangan, pesan moral, serta karakter bangsa,” ujarnya.
Santi menambahkan budaya membaca harus dibangun sejak dini karena membaca menjadi pintu untuk memperluas wawasan, membentuk pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif. Pemerintah Kabupaten Mimika, kata dia, berkomitmen terus memperkuat budaya literasi melalui berbagai program yang menyasar anak-anak dan generasi muda.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika, Firon Balinol Mom, mengatakan lomba tahun ini mengangkat cerita rakyat suku Kamoro sebagai materi utama. Pemilihan tema tersebut bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada anak-anak sekaligus membentuk karakter dan rasa percaya diri mereka.
“Tahun ini kita mengangkat cerita rakyat suku Kamoro. Tahun depan giliran cerita rakyat suku Amungme agar kedua warisan budaya ini semakin dikenal dan dipelajari anak-anak,” kata Firon.
Ia juga mengungkapkan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah telah menyiapkan buku cerita rakyat suku Kamoro yang direncanakan diluncurkan pada akhir tahun ini. Selanjutnya, buku cerita rakyat suku Amungme dan lima suku kekerabatan di Mimika ditargetkan selesai dan diluncurkan pada tahun depan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. (nls)






