Persipani Kampiun Liga 4 Papua Tengah, Gubernur Nawipa Ajak Next Level


TIMIKA, KontenMimika.com – Persipani Paniai berhasil meraih gelar juara Kampiun Liga 4 Piala Bergilir Gubernur Provinsi Papua Tengah musim 2025/2026 setelah mengalahkan Persipuncak Puncak Cartenz dengan skor 2-0 di partai final.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Wania Imipi, Kabupaten Mimika, Selasa 17 Maret 2026, sekaligus menjadi penutup resmi kompetisi sepak bola tingkat provinsi tersebut.

Persipuncak harus puas sebagai runner-up atau juara kedua. Sementara itu, posisi ketiga diraih Persido Dogiyai usai mengalahkan Persemi Mimika melalui drama adu penalti dengan skor 5-4.

Penutupan turnamen dilakukan oleh Gubernur Papua Tengah, Meky Nawipa, didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley, serta tujuh bupati se-Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Meky menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana hingga petugas lapangan yang telah bekerja keras menyukseskan kompetisi.

“Tanpa Bapak-Ibu (Panpel) kompetisi ini tidak dapat berjalan. Minta maaf kalo masyarakat ada yang lempar-lempar,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim dan suporter yang telah berpartisipasi, baik yang meraih juara maupun yang belum berhasil.

Apresiasi turut diberikan kepada para kepala daerah, khususnya Bupati Mimika, Johannes Rettob, serta Bupati Puncak, Elvis Tabuni, yang hadir langsung dalam penutupan tersebut.

“Terima kasih Bapak Elvis, orang tua kami, bupati tertua yang sudah datang. Termasuk bupati yang paling muda. Jadi kali ini pertandingan antara bupati yang paling tua (Persipuncak Puncak Cartenz) dan bupati yang paling muda (Persipani Paniai),” jelasnya.

Menurut Meky, menang dan kalah merupakan hal biasa dalam sebuah kompetisi. Namun, ia menekankan pentingnya membangun kekuatan sepakbola Papua Tengah ke level yang lebih tinggi, next level.

“Kita selama ini mendengar Persipura. Itu punya Provinsi Papua. Kita mau, Provinsi Papua Tengah maju ke Liga 3, 2, dan 1. Mari kita sama-sama berdoa, supaya pemain-pemain kita yang bagus mewakili kabupaten, dapat bersatu mewakili Provinsi Papua Tengah di Liga 3, 2, dan 1,” ajaknya.

Ia juga mengungkapkan bahwa setelah berkoordinasi dengan para bupati, kompetisi sepak bola di Papua Tengah diharapkan tidak berhenti di Liga 4, tetapi terus berkembang ke jenjang lebih tinggi dengan dukungan yang memadai.

Enough is enough. Kita sudah mendukung Persipura selama ini. Hari ini kita harus maju dengan Papua Tengah, siapapun dia, di tim ini (Papua Tengah). Kadang-kadang rasa ganas, lambang Freeport ada di baju Persipura. Hari ini tidak boleh,” ungkapnya.

Gubernur berharap, PT Freeport Indonesia ke depan dapat menjadi sponsor mendukung penuh tim sepakbola dari Papua Tengah.

“Sebab Jayapura merupakan masa lalu, sedangkan Nabire merupakan masa depan.”

“Ini bukan persoalan perbedaan. Tetapi ini persoalan prinsip harga diri orang Papua Tengah. Kita sudah punya provinsi sendiri,” jelasnya.

Ia pun menutup dengan pesan agar ke depan kompetisi Liga 4 yang sudah berjalan 2 musim ini, dapat berjalan lebih baik dengan menjunjung tinggi sportivitas.

“Ke depan kita berpikir untuk fair play. Semua saling menghormati. Siapapun menang, dan siapapun kalah, tidak ada yang terbaik. Yang ada adalah anak-anak negeri di Papua Tengah,” tutupnya. (Nls)

Berita Terkait

Top