Tujuh Koperasi Merah Putih Akan Dibangun di Mimika


Prioritaskan di wilayah perkotaan yang sudah siap dan bebas dari sengketa lahan, per unit Rp 3 milyar

Timika, KontenMimika.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi dan UMKM RI melalui PT Angrinas akan membangun tujuh unit Koperasi Merah Putih di Kabupaten Mimika.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah, termasuk kabupaten Mimika.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi, mengatakan pembangunan koperasi diprioritaskan di wilayah perkotaan yang telah siap dari sisi lahan dan tidak memiliki kendala.

“Pembangunan tujuh titik ini lebih diutamakan di wilayah kota yang lokasinya memang sudah benar-benar siap dan tanpa ada masalah,” ujar Yogi baru-baru ini.

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi yang telah diusulkan dan dinyatakan siap berada di Distrik Kuala Kencana, Kwamki Narama, Mimika Timur, dan Iwaka. Sementara tiga distrik lainnya masih dalam tahap pencarian lokasi yang sesuai.

Menurut Yogi, pembangunan Koperasi Merah Putih secara nasional dikerjakan oleh PT Agrinas dengan alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar per unit yang bersumber dari APBN. Pemerintah daerah dalam hal ini hanya bertanggung jawab menyiapkan lahan.

Namun demikian, ia mengakui tantangan akan muncul jika pembangunan dilakukan di wilayah pegunungan, mengingat tingginya biaya transportasi material.

“Untuk wilayah pegunungan, anggaran Rp3 miliar tidak mencukupi karena biaya angkut material yang cukup tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yogi menyebut pihaknya telah mengusulkan sekitar 40 lokasi dari total 152 kampung dan 19 kelurahan di Mimika untuk pembangunan koperasi tersebut. Meski demikian, dari 11 kelurahan yang ada di wilayah perkotaan, baru satu hingga dua kelurahan yang mengajukan usulan karena keterbatasan lahan.

“Karena itu, kami memprioritaskan wilayah yang sudah siap lahannya untuk direkomendasikan ke PT Agrinas,” katanya.

Melalui pembangunan Koperasi Merah Putih ini, diharapkan UMKM di Mimika dapat berkembang lebih baik dengan dukungan fasilitas dan akses ekonomi yang lebih memadai. (trm)

Berita Terkait

Top