Umroh dari Mimika Ditunda Sementara karena Konflik Timur Tengah


TIMIKA, KontenMimika.com — Keberangkatan jamaah umroh asal Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ditunda sementara. Penundaan dilakukan pemerintah menyusul situasi konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Operator pelayanan haji dan umroh Kementerian Agama di Mall Pelayanan Publik (MPP) Mimika, Haji Nastur, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keselamatan jamaah.

“Untuk sementara keberangkatan umroh kami tunda dulu. Kami melihat situasi di Timur Tengah yang cukup mengganggu sehingga pemerintah ingin memastikan perjalanan ibadah warga tetap aman,” kata Nastur saat ditemui di Timika, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut dia, jamaah umroh asal Mimika yang saat ini berada di Tanah Suci diminta mengikuti arahan pemerintah terkait kepulangan ke Indonesia.

“Bagi yang sudah berada di sana, kami mengimbau untuk mengikuti semua arahan pemerintah agar proses kepulangan berjalan aman,” ujarnya.

Berbeda dengan umroh, keberangkatan jamaah haji asal Mimika pada musim haji 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai rencana. Nastur menyebut rute penerbangan haji tidak melintasi wilayah konflik.

“Untuk haji sementara ini aman karena rute penerbangannya tidak melewati wilayah konflik. Insyaallah perjalanan akan berlangsung lancar,” kata dia.

Ia memperkirakan keberangkatan jamaah haji asal Mimika dimulai pada akhir Maret atau awal April 2026 setelah Hari Raya Idul Fitri. Saat ini tercatat sekitar 120 calon jamaah haji dari Mimika yang siap diberangkatkan.

Jumlah tersebut berubah dari rencana awal sebanyak 146 orang. Menurut Nastur, perubahan terjadi karena sistem pendaftaran haji kini bersifat nasional sehingga calon jamaah dapat mendaftar di mana saja dan berangkat dari daerah asalnya.

Nastur juga menjelaskan proses pendaftaran haji kini lebih sederhana. Calon jamaah cukup menyiapkan tabungan haji senilai Rp25 juta serta membawa KTP, kartu keluarga, dan ijazah sebagai kelengkapan administrasi.

“Setelah itu jamaah akan mendapatkan nomor porsi untuk menunggu jadwal keberangkatan ke Mekkah dan Madinah,” katanya.

Ia menambahkan Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji dan umroh. “Kami berupaya memastikan perjalanan ibadah masyarakat berjalan aman dan nyaman,” ujarnya. (lsb)

Berita Terkait

Top