Menyambut Fajar dengan Harapan: Sukacita Paskah di GPI Tiberias Timika
TIMIKA, KONTENMIMIKA.COM — Udara dini hari masih terasa dingin ketika satu per satu jemaat mulai berdatangan. Langit belum sepenuhnya terang, namun langkah mereka mantap menuju satu tujuan: menyambut fajar Paskah dengan hati penuh harapan.
Di Gereja Protestan Injili (GPI) Papua Tiberias Timika, Minggu 5 April 2026, suasana khidmat perlahan berubah menjadi hangat oleh senyum, sapaan, dan nyanyian pujian. Ratusan jemaat berkumpul, menantikan momen yang setiap tahun dirindukan—perayaan kebangkitan Kristus.
Tema “Menyongsong Fajar Paskah: Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” terasa hidup, bukan sekadar tulisan, tetapi pengalaman yang dirasakan bersama.
Ketika cahaya pagi mulai menyelinap, jemaat seakan diajak mengingat kembali makna kebangkitan: bahwa selalu ada harapan baru, bahkan setelah gelap yang panjang.

Dalam refleksi firman dari 2 Korintus 5:17, jemaat diajak berhenti sejenak, merenung, lalu melihat ke dalam diri.
“Ia yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Kalimat itu tidak hanya terdengar, tetapi seolah menyentuh hati banyak orang—tentang luka yang dipulihkan, kesalahan yang diampuni, dan kesempatan untuk memulai kembali.
Pujian demi pujian mengalun. Suara pemuda gereja terdengar jernih, penuh semangat, mengajak seluruh jemaat larut dalam suasana. Beberapa jemaat tampak menutup mata, sebagian lainnya mengangkat tangan—menyatu dalam rasa syukur yang sama.
Konsep sabda dan nada menjadikan ibadah terasa hidup. Firman tidak hanya didengar, tetapi dialami melalui setiap lagu yang dinyanyikan dengan penghayatan mendalam.
Di sela ibadah, kebersamaan begitu terasa. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang berdiri berdampingan dengan sesama jemaat, saling menguatkan dalam iman. Tidak ada sekat—yang ada hanyalah rasa persaudaraan.
Setelah ibadah, suasana berubah menjadi lebih santai. Tawa mulai terdengar, kebersamaan berlanjut dalam berbagai kegiatan, termasuk lomba-lomba sederhana yang justru mempererat hubungan antarjemaat.
Bagi banyak orang, Fajar Paskah di GPI Tiberias Timika bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah ruang untuk kembali menemukan makna—tentang iman, tentang kebersamaan, dan tentang harapan yang tidak pernah padam.
Di tengah segala dinamika kehidupan, fajar itu datang lagi, membawa pesan yang sama: kehidupan selalu diberi kesempatan untuk diperbarui. (crt)






