Pemkab Mimika Gelar Forum Pimpinan Daerah, Bahas Stabilitas Keamanan Jelang Akhir Tahun
Timika, KontenMimika.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengumpulkan unsur pimpinan daerah dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama FPK, FKUB, FKDM, dan TKDD di Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Jumat, 28 November 2025.
Pertemuan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau, mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan dihadiri Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, pimpinan OPD, serta para kepala distrik.
Dalam arahannya, Abraham menyatakan forum tersebut memiliki arti penting bagi upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Mimika.

Ia menilai dinamika sosial, ekonomi, dan politik di daerah itu bergerak cepat, sehingga memerlukan koordinasi lintas lembaga yang kuat serta respons yang lebih sigap.
“Kita perlu memperkuat deteksi dini, merespons cepat setiap informasi yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, serta menjaga komunikasi harmonis di tengah keragaman suku, agama, dan budaya,” ujarnya.
Ia menegaskan Forkopimda dan seluruh forum lintas unsur masyarakat adalah garda terdepan dalam memastikan Mimika tetap aman dan kondusif. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen memperkuat pola pikir kolaboratif, membangun jaringan antarlembaga, dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung setiap upaya yang mengarah pada stabilitas dan kesejahteraan masyarakat,” kata Abraham.
Ia berharap pertemuan itu tidak berhenti sebagai ruang dialog, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret dan strategi efektif guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan.
“Kerukunan adalah kekuatan kita. Dan keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, dalam sambutannya menyinggung dua wilayah yang saat ini tengah bergejolak, yakni Distrik Kwamki Narama serta Distrik Mimika Barat Tengah, khususnya Kampung Kapiraya.
Meski Kota Timika dinilai relatif aman, dua distrik tersebut menghadapi persoalan yang berbeda: Kapiraya dengan permasalahan tapal batas, sementara Kwamki Narama dilanda konflik keluarga.
Primus menyebut pertikaian itu sama-sama merugikan masyarakat. Ia menekankan perlunya langkah tegas yang melibatkan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah dan aparat keamanan.
“Perlu ada ketegasan bersama. Bukan hanya dari Bupati, Wakil Bupati, dan pihak keamanan, tetapi dari kita semua, agar Mimika kembali aman dan damai seperti sedia kala,” katanya.
Ia berharap forum tersebut dapat merumuskan solusi yang mampu meredakan ketegangan di dua wilayah itu, mengingat perayaan Natal dan Tahun Baru semakin dekat. “Kita berharap permasalahan ini segera terselesaikan demi kenyamanan bersama,” tandasnya. (Admin)






