Christian Sohilait Kembali Pimpin Ikemal Papua, Fokus Perkuat Solidaritas Warga Maluku
Organisasi tidak bersifat profit, pengurus diminta bekerja ekstra libatkan masyarakat Ale Rasa Beta Rasa.
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com – Musyawarah Pusat (Muspus) IV Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) di Tanah Papua resmi berakhir dan menetapkan Lukas Christian Sohilait kembali sebagai Ketua Ikemal periode 2026–2031.
Dalam pemilihan yang berlangsung di Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, Jumat 17 April 2026, Christian Sohilait meraih 19 suara, unggul jauh dari pesaingnya Rory Huwae yang memperoleh satu suara.
Dalam sambutannya, Christian menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan. Ia juga mengapresiasi dukungan dari para kepala daerah di Tanah Papua yang selama ini telah memberikan ruang bagi masyarakat Maluku.
“Terima kasih atas kepercayaan ini. Kami juga berterima kasih kepada para gubernur, bupati, dan wali kota yang telah menerima masyarakat Maluku dengan baik di Tanah Papua,” ujarnya.
Ia mengakui, mengelola organisasi berbasis kekeluargaan memiliki tantangan tersendiri dibanding organisasi lain, karena tidak berorientasi pada keuntungan, melainkan sosial.
“Karena tidak bersifat profit, pengurus harus bekerja ekstra untuk memastikan seluruh kegiatan tetap berjalan,” jelasnya.
Christian juga menyoroti masih rendahnya keterlibatan warga Maluku dalam organisasi Ikemal, meskipun jumlah mereka di Tanah Papua cukup besar. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam kepengurusan ke depan.
Ia mencontohkan pengalaman ketika ada warga Maluku yang meninggal dunia namun tidak terdata dalam organisasi, sehingga menyulitkan proses penanganan.
“Ini jadi tantangan besar. Ke depan kita harus memastikan lebih banyak warga terlibat dalam organisasi,” katanya.
Selain itu, perbedaan latar belakang budaya di Tanah Papua juga menjadi tantangan dalam membangun solidaritas. Untuk itu, Ikemal akan memperkuat pendekatan kepada masyarakat serta meningkatkan peran cabang di tingkat kabupaten dan kota.
“Kita akan menyusun program yang lebih terarah. Pengurus pusat mengoordinir, tetapi cabang harus lebih dekat dengan warga,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga Maluku di Tanah Papua untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan di berbagai bidang serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat, khususnya Orang Asli Papua.
“Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Mari kita saling memperhatikan dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah ini,” tutupnya. (nls)






