Kamp KKB di Kali Nabarua Dibongkar, Aparat Amankan 561 Butir Amunisi


Nabire, KontenMimika.com — Aparat gabungan TNI-Polri membongkar kamp kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kali Nabarua, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan ratusan butir amunisi, magazen, alat komunikasi, serta uang tunai puluhan juta rupiah.

Perkembangan penindakan itu disampaikan dalam konferensi pers di Polres Nabire, Senin, 2 Maret 2026, pukul 16.00 WIT.

Sejumlah pejabat TNI-Polri hadir, antara lain Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Gustav Robby Urbinas, Wapangops Habema Brigjen TNI Riyanto, Danrem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, serta pejabat Operasi Damai Cartenz 2026.

Operasi melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz dari Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI. Penindakan dilakukan setelah aparat mendeteksi aktivitas kelompok bersenjata di Kali Nabarua yang diduga merencanakan gangguan keamanan.

Wakapolda Papua Tengah menyatakan penegakan hukum tersebut didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah. Para pelaku yang kini dalam pengejaran disangkakan melanggar Pasal 458 dan Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dan pembunuhan berencana.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kelompok yang dipimpin DPO berinisial AK diketahui berpindah dari wilayah Kimi ke Nabarua dan menempati sebuah kamp di area Kali Nabarua. Di lokasi itu, kelompok diduga menggelar pertemuan internal, menggalang dukungan logistik, serta merencanakan aksi gangguan keamanan di Nabire.

Personel gabungan melakukan penyekatan dan pengamatan intensif sebelum mendekati lokasi. Saat tim tiba di sekitar kamp, terjadi kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata. Tim bantuan kemudian disiagakan untuk memperkuat pasukan di lapangan.

Wakapolda Gustav menambahkan, setelah penindakan dilakukan, aparat berhasil menguasai lokasi kamp. Sementara kelompok bersenjata melarikan diri ke kawasan hutan dan masih dalam pengejaran.

Dari lokasi, aparat mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen, 12 unit telepon genggam, lima alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera dan perlengkapan lainnya, serta tiga tas berisi perlengkapan kelompok. Sebagian magazen dan telepon genggam disebut merupakan hasil rampasan dari sejumlah kejadian sebelumnya, termasuk insiden di Lagari dan Kilometer 128 pada akhir 2025.

Terkait dana tunai yang ditemukan, aparat masih menelusuri sumbernya guna memastikan alur dukungan logistik kelompok tersebut. Pendalaman juga dilakukan terhadap asal-usul amunisi yang diamankan.

Dalam kontak tembak tersebut, satu anggota TNI dilaporkan mengalami luka akibat serpihan proyektil di betis kanan. Korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis. Kondisinya dilaporkan stabil dan diperkirakan pulih dalam waktu sekitar satu pekan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Brigjen Pol. Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Aparat, kata dia, akan terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.

Wakapolda Papua Tengah menegaskan aparat gabungan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah Papua Tengah. Hingga kini, penyisiran masih dilakukan di sekitar Kabupaten Nabire untuk memastikan situasi tetap kondusif. (trm)

Berita Terkait

Top