Setahun Menjabat, JOEL Paparkan Perkembangan Turun – Naik Kabupaten Mimika Selama Setahun Terakhir


IPM dan ekonomi Mimika meningkat, tapi pengangguran ikut naik tipis. Kemiskinan turun, pertumbuhan ekonomi naik, namun konflik sosial dan kenaikan inflasi masih jadi tantangan pembangunan

Timika, KontenMimika.com – Syukuran Setahun JOEL, Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, memimpin Kabupaten Mimika turut diwarnai presentasi perkembangan Kabupaten Mimika selang setahun terakhir.

Kabar data membanggakan diutarakan Bupati John Rettob didampingi Wabup Manu Kemong. Di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat, tapi sedihnya angka pengangguran justru meningkat, walaupun hanya sedikit yaitu 0,05 persen.

“Di antaranya indikator makro. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2024 sebesar 76,85 persen, meningkat menjadi 77,5 persen pada tahun 2025. Tingkat pengangguran terbuka dari 6,7 persen pada tahun 2024 menjadi 6,75 persen pada tahun 2025,” ujarnya terbuka.

Data penduduk miskin menurun 1 persen lebih, berbanding searah dengan pertumbuhan ekonomi.

“Persentase penduduk miskin mencapai 14,18 persen pada tahun 2024 dan menurun menjadi 13,8 persen pada tahun 2025. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mimika berada di angka 4,80 persen pada tahun 2024 dan meningkat menjadi 6,5 persen pada tahun 2025,” bebernya.

Tingkat partisipasi kerja pada tahun 2024 berada di angka 64,77 persen dan meningkat menjadi 68,29 persen pada tahun 2025.

Inflasi sempat turun namun meningkat lagi gegara harga emas naik dan perang Iran – Israel.

“Inflasi year to year berada di angka 3,99 persen pada tahun 2024 dan menurun menjadi 2,03 persen pada tahun 2025.”

“Inflasi naik dari 3,97 persen di awal tahun 2026 menjadi 4,31 persen pada Februari 2026 akibat kenaikan harga emas dan perang di Teluk,” ungkapnya.

Dalam bidang pendidikan, rasio perbandingan guru dan siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Namun, pendistribusian guru masih belum merata di satuan pendidikan.

“Untuk jenjang PAUD/TK, rasio guru dan siswa masih belum memenuhi standar,” jelasnya.

Tren pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Mimika juga terus meningkat sepanjang Januari hingga April 2025. Pada Januari mencapai 102,90 persen, Februari 103,78 persen, Maret 104,04 persen, dan April 104,97 persen.

Apa kabar sektor kesehatan Mimika?

Dalam sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Mimika terus berupaya menurunkan angka stunting melalui intervensi konvergen lintas sektor.

Program yang dilakukan antara lain pemberian makanan tambahan dan vitamin bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan baduta di wilayah Mimika Timur Jauh, pemasangan jaringan air bersih di Potowaiburu, bantuan alat tangkap bagi nelayan, serta peningkatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Untuk penanganan malaria, pemerintah telah melakukan pemeriksaan gratis kepada 10.000 masyarakat, termasuk ASN, TNI/Polri, serta meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan di RSUD, puskesmas, rumah sakit swasta, dan pustu di wilayah kota maupun kampung.

“Penurunan stunting dari tahun 2024 ke 2025 berada di angka 5 persen,” terangnya.

JOEL benahi carut marut birokrasi Pemkab Mimika.

Pada tahun 2025, sejumlah program prioritas juga telah dilaksanakan, antara lain reformasi birokrasi melalui perubahan struktur organisasi dan tata kerja, reformasi kepegawaian berupa mutasi, rotasi, pengangkatan, dan pemberhentian sesuai norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK).

“Selain itu, dilakukan penandatanganan komitmen pelaksanaan sistem manajemen talenta di Kabupaten Mimika, reformasi pelayanan publik melalui mal pelayanan publik manual maupun digital, Mimika Center sebagai pusat data dan informasi, serta pengembangan Mimika sebagai kabupaten cerdas,” katanya.

Infrastruktur

Dalam bidang infrastruktur, pembangunan yang telah dilakukan pada tahun 2025 meliputi pembangunan dan peningkatan ruas jalan serta jembatan di kota maupun kampung, program Mimika Terang di kampung-kampung, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, serta pembukaan konektivitas antarwilayah melalui transportasi udara ke distrik pegunungan dan pesisir dengan subsidi penerbangan perintis.

“Seluruh pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mimika. Kami akan terus berupaya dan memohon dukungan dari seluruh masyarakat,” kandas Bupati JR.

Sementara itu Wabupati Emanuel Kemong mengatakan, selain kesibukan membangun, pihaknya juga disibukkan memikirkan konflik horizontal di Mimika.

Ia mengakui bahwa selama satu tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Mimika juga disibukkan dengan berbagai konflik yang menghambat kemajuan. Penyelesaian konflik antar warga diakui cukup menyita energi, yang seharusnya bisa full dicurahkan untuk program pembangunan.

“Konflik-konflik terus. Jadi kami dua (bupati dan wakil bupati) bukan maju. Maju juga tidak bisa, terpaksa mundur lagi untuk menyelesaikan masalah-masalah,” ungkapnya.

Wabup Manu Kemong menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik yang konstruktif dan solutif.

Ia juga meminta maaf jika masih terdapat kekurangan selama satu tahun ini, dan mengajak seluruh pihak berjalan maju bersama demi masa depan Mimika yang lebih baik.

“Mari kita berjalan bersama. Kami akan memastikan empat tahun ke depan visi dan misi dapat terealisasi dengan baik. Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Mimika,” tutupnya. (nls)

Berita Terkait

Top