Pemkab Mimika Percepat Infrastruktur Buka Akses Kampung ke Kota
Tahun kedua kepemimpinan JOEL, Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, Dinas PUPR Mimika fokus rangkai konektivitas untuk dorong ekonomi pedalaman bertumbuh
Timika, KontenMimika.com – Memasuki tahun kedua kepemimpinan Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, Pemerintah Kabupaten Mimika mempercepat pembangunan infrastruktur dengan fokus membuka akses dari kampung menuju pusat kota.
Kebijakan ini tidak semata menitikberatkan pada pembangunan fisik, melainkan diarahkan sebagai strategi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang selama ini terbatas aksesnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menyebut 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Salah satu prioritas kami adalah pembangunan jalan di Distrik Agimuga, kemudian penyediaan air bersih di Ipaya, serta pembangunan infrastruktur di Kapiraya,” kata Yoga di Timika, Jumat 27 Maret 2026.
Menurut dia, pembangunan dari pinggiran merupakan komitmen pemerintah daerah agar masyarakat di kampung turut merasakan akses dasar yang layak.
Selama ini, keterbatasan infrastruktur membuat distribusi hasil bumi dari sejumlah distrik belum optimal. Bahkan, sebagian hasil produksi masyarakat mengalir ke daerah lain, seperti Kaimana.
Dengan dibukanya akses jalan menuju Kota Timika, pola distribusi diharapkan berubah. “Kalau jalannya sudah baik, hasil bumi bisa langsung masuk ke Timika. Ini tentu berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain mendorong distribusi hasil pertanian, konektivitas yang lebih baik juga dinilai akan memperlancar mobilitas warga serta mempercepat pelaksanaan proyek pembangunan, termasuk proyek multi-tahun.
Pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada penguatan akses dari wilayah Timika Barat menuju pusat kota. Jalur ini dinilai strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan.
Di sisi lain, Pemkab Mimika terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak balai untuk membuka akses ke wilayah pedalaman dan pegunungan. Salah satu opsi yang didorong adalah pembangunan jembatan gantung untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.
Dorongan percepatan pembangunan jalan di wilayah pegunungan juga datang dari DPR, mengingat jarak antar kampung yang jauh serta kondisi geografis yang menantang.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Mimika menargetkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dari kampung ke kota dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Dengan konektivitas yang semakin terbuka, pemerintah berharap tidak hanya akses yang terhubung, tetapi juga peluang ekonomi yang tumbuh di seluruh wilayah Mimika. (trm)






