Pekan Alkitab Timika Ditutup, LAI dan Kalam Kudus Perkuat Iman Umat
Kegiatan tiga hari diisi seminar, pameran benda kuno, dan edukasi digital bagi anak hingga pemuda.
Timika, KontenMimika.com – Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika menggelar acara Bible Mission Gathering sekaligus menutup kegiatan Pekan Alkitab Timika di Aula Sekolah Kalam Kudus, Jalan Nawaripi Baru, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis, 2 April 2026.
Kegiatan itu digelar selama 3 hari, yaitu dari 31 Maret hingga 2 April.
Acara penutupan diawali dengan kebaktian yang dipimpin Pdt. Deny Hudijana dengan tema Memiliki Hati Berbagi, mengutip firman Tuhan dalam Galatia 6:2.
Kepala Kantor Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Wilayah Tanah Papua, Melvy Sherly Alfons, saat diwawancarai mengatakan, kegiatan ini sudah direncanakan sejak dua tahun lalu, namun baru terealisasi tahun ini.

“Tujuan kegiatan ini untuk mendekatkan umat Kristiani di Timika kepada Firman Tuhan dalam Alkitab, agar generasi dari anak-anak hingga lansia semakin dikuatkan,” ujarnya.
Kegiatan diisi dengan seminar-seminar bertajuk biblikal, dunia digital, serta seminar penerjemahan Alkitab bagi anak-anak SD, SMP, dan SMA, juga bagi denominasi gereja-gereja di Timika.
Juga menghadirkan pameran koleksi benda-benda kuno yang tertulis dalam Alkitab milik museum LAI. Koleksi tersebut dibawa langsung dari Jakarta.
“Tujuan pameran ini supaya anak-anak Tuhan dapat mengetahui benda-benda yang tertulis dalam Alkitab. Mereka bisa melihat langsung,” jelasnya.
Kepala Bidang Kerohanian Sekolah Kalam Kudus Timika sekaligus Ketua Panitia Pekan Alkitab Timika, Evangelis Jekkie, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan kerja sama antara LAI dan Yayasan Kalam Kudus Timika.
“Pemrakarsanya adalah LAI, dan disambut baik oleh Yayasan Kalam Kudus Timika,” ujarnya.

Kegiatan ini, kata Jekkie, membantu umat percaya agar terdorong lebih mencintai Firman Tuhan, sehingga iman umat percaya semakin bertumbuh.
“Tentunya bukan hanya membaca Alkitab, tetapi juga mengimani dan melakukannya. Itu yang menjadi tujuan utama,” jelasnya.
Yang menarik dalam kegiatan ini, lanjut Jekkie, terdapat pameran koleksi museum LAI berupa benda-benda kuno yang tertulis dalam Alkitab.
“Yang paling menarik adalah pameran dari museum LAI yang dibawa dari Jakarta ke Timika. Walaupun benda-bendanya kecil, tetapi sangat menarik bagi anak-anak. Mereka sangat antusias,” ungkapnya.
Selain itu, juga panitia mengadakan berbagai kegiatan edukatif seperti lomba, seminar Alkitab, serta seminar tentang penggunaan gawai bagi anak-anak SD, SMP, dan SMA, serta pemuda-pemudi gereja.
Ia berharap kerja sama antara LAI dan Yayasan Kalam Kudus Timika dalam menjangkau umat percaya di Mimika dapat semakin luas ke depannya.
“Harapannya kegiatan seperti ini terus dilakukan, atau kegiatan serupa lainnya. Kalau boleh, LAI dapat bekerja sama dengan gereja-gereja atau sinode-sinode untuk menjangkau umat percaya di wilayah pegunungan dan pesisir, baik di dalam maupun di luar Mimika,” tutupnya. (nls)






