Vigili Paskah di Gereja St. Stefanus Sempan: Dari Gelap Menuju Terang Kebangkitan
Pastor Gabriel OFM ajak umat menjadi terang dan merawat kehidupan di tengah tantangan zaman
TIMIKA — Umat Katolik di Gereja St. Stefanus Sempan merayakan Misa Vigili Paskah pada Sabtu malam, 4 April 2026, sebagai puncak rangkaian Tri Hari Suci Paskah 2026.
Perayaan yang dimulai pukul 19.30 WIT itu menandai kebangkitan Yesus Kristus setelah peringatan Kamis Putih dan Jumat Agung.
Misa malam Paskah dipimpin oleh Pastor Gabriel. Rangkaian liturgi diawali dengan penyalakan lilin Paskah dalam suasana gelap, yang kemudian diikuti umat dengan menyalakan lilin masing-masing sebagai simbol penyebaran terang.
Dalam homilinya, Pastor Gabriel menegaskan bahwa kegelapan pada awal perayaan melambangkan kerapuhan manusia, dosa, dan maut. Namun, cahaya lilin Paskah menjadi tanda hadirnya Kristus sebagai terang sejati.

“Lilin Paskah melambangkan Sang Terang Sejati, yaitu Yesus Kristus,” ujarnya di hadapan jemaat.
Ia menjelaskan, api dari lilin utama yang dibagikan kepada umat menjadi simbol panggilan bagi setiap orang untuk menjadi terang bagi sesama. Paskah, kata dia, bukan sekadar peristiwa masa lalu, melainkan peristiwa iman yang terus mengubah kehidupan manusia saat ini.
Mengacu pada Injil Matius 28:1-10, Pastor Gabriel juga menyinggung kisah penciptaan sebagai gambaran keindahan awal dunia ciptaan Allah. Ia menyebut Papua sebagai tanah yang kaya, sebagai wujud kasih Tuhan kepada manusia.
Namun, ia mengingatkan adanya kerusakan alam dan retaknya persaudaraan yang terjadi dewasa ini. Karena itu, Paskah menjadi momentum untuk kembali pada rencana Allah: merawat ciptaan dan menjaga kehidupan.
“Kebangkitan Yesus datang untuk mengembalikan Firdaus yang hilang, agar harmoni antara manusia dan alam kembali hadir,” katanya.
Perayaan Vigili Paskah berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menjadi simbol kemenangan terang atas kegelapan serta kehidupan atas maut. (lsb)






