Tokoh Mimika Berjasa Atas Pembangunan Kabupaten Paniai


TIMIKA, KontenMimika.com – Tokoh masyarakat Mimika, Thobias Albertus Maturbongs, menerima penghargaan dari Bupati Paniai, Meky Nawipa, atas jasa orang tuanya alm. Andreas Maturbongs, sebagai guru perintis pertama di Wisselmeren, atau Enarotali pada tahun 1938 silam. Penerimaan penghargaan dilakukan di Enarotali, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Senin 13 November 2023.

“Saya mewakili orang tua, dikasih plakat dan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Meky Nawipa. Penghargaan atas jasa saya punya bapak, sebagai pioner pembangunan di daerah Wisselmern, Enarotali. Misi pendidikan dan agama katolik,” ujar Thobias yang merupakan Wakil Ketua Komisi A DPRD Mimika kepada wartawan, di kantor DPRD Mimika, Jalan Cenderawasih, Selasa 14 November 2023.

Penghargaan serupa juga diberikan pemerintah daerah Enarotali kepada personal perintis lainnya. “Ada juga dari kalangan (gereja) KINGMI, pendeta-pendeta, dia punya anak-anak datang dari Jayapura. Dari Mimika ada 3 penerima, selain Bapak Andreas Maturbongs, juga Bapak Ignatius Meterai dan Petrus Letsoin, diterima cucunya,” jelasnya.

Atas penghargaan itu, Thobias yang merupakan anak ke-10 dari 13 bersaudara itu mengucapkan apresiasinya kepada Pemkab Enarotali. “Terima kasih sudah mengingat, awal dari peradaban di daerah itu. Luar biasa penghargaan yang tak terhingga. Saya bangga buah tangan saya punya bapak, sehingga bisa ada uskup ada yang berasal dari Enarotali,” sebutnya bangga.

Thobias Maturbongs yang kesehariannya bertugas sebagai Anggota DPRD Kabupaten Mimika mengisahkan sepak terjang sang ayah.

“Dulu bapak datang dari Tual tahun 34 (1934), terus dia langsung ke Manasari, Bapak Andreas Maturbongs. Habis itu pindah ke bagian barat ke Kokonao. Tahun 38 (1938) dia diutus naik (ke Enarotali), jalan kaki 15 hari sampai ke atas. Mereka ada 3 orang guru,” kisahnya.

“Ada seorang pastor orang Belanda, Tilemans, dia tantang guru-guru muda untuk naik ke atas. Dia bilang, kamu jalan naik ke atas, di situ ada banyak kebun anggur yang subur. Mereka nekat jalan naik ke atas, Enaro masih hutan,” tuturnya.

“Bapak bangun gereja, bikin sekolah dari dinding bambu. Sampai  tahun 1940 dia buka, nanti guru yang lain gantikan dia. Suku asli waktu itu masih belum kenal peradaban dunia modern. Hari pertama Bapak tidur di kandang babi,”

“Bapak, dia istilahnya yang paras babat buka lahan. Yang tanam ada dari Kingmi, Protestan, Katolik juga,” kenangnya.

Selain di Enarotali, sang ayah Alm. Andreas Maturbongs juga berkiprah membangun dunia pendidikan dan keimanan di awal-awal berdirinya daerah Mimika, yaitu sejak dari masa Kota Tua ‘Kaokonau’.

“Kalau cerita sejarah di Mimika juga, saya punya bapak di Mimika Timur Jauh orang yang pertama bangun sekolah, April 36 (1936), dan bangun gereja. Lonceng gereja masih ada sampai sekarang walau sudah pecah. Saya ada masukkan di APBD, nanti kalau barang sudah ada, saya akan bawa langsung ke sana,” tutupnya. (Tra)

Berita Terkait

Top