54 Umat Buddha Mimika dan Nabire Bersiap Wakili Papua Tengah di STG Nasional Jambi


TIMIKA — Sebanyak 54 umat Buddha dari Kabupaten Mimika dan Kabupaten Nabire mengikuti Pelatihan Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) 2026 di Hotel Horison Diana Timika, Papua Tengah, 12–15 September 2026.

Pelatihan selama empat hari itu menjadi bagian dari persiapan kontingen umat Buddha Papua Tengah menghadapi STG Nasional ke-12 yang akan digelar di Provinsi Jambi pada 3–7 November 2026.

Pembukaan kegiatan dihadiri Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Hukum dan Pemerintahan, Yohana Paliling, yang mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Ketua Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha (LPTG) Kabupaten Mimika, para pembina dan pelatih, tokoh agama Buddha, pengurus kegiatan, serta seluruh peserta.

Pelatihan tidak hanya diarahkan untuk mengasah kemampuan peserta menghadapi kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembinaan keagamaan dan spiritual bagi umat Buddha di Papua Tengah.

Salah satu agenda yang dilakukan adalah Ulambana, tradisi umat Buddha sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada orang tua serta leluhur melalui doa dan pelimpahan jasa.

Para peserta juga dijadwalkan mengikuti nonton bersama film dokumenter keagamaan Jejak Langkah Sang Pelopor di Nusantara di XXI Diana, Senin, 14 September 2026 pukul 18.45 WIT. Kegiatan tersebut diharapkan memperluas wawasan peserta mengenai sejarah perkembangan dan pembawa Dharma di Indonesia.

Bukan Sekadar Kompetisi

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Hukum dan Pemerintahan, Yohana Paliling, mengatakan pembinaan keagamaan yang dilakukan secara terarah dan berkesinambungan penting untuk membentuk umat yang tidak hanya memiliki kemampuan keagamaan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai seperti kebajikan, kedamaian, kesabaran, pengendalian diri, kasih sayang, toleransi, kebijaksanaan, serta kepercayaan terhadap sesama merupakan nilai universal yang sangat penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” kata Yohana.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Mimika memandang pembinaan keagamaan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

Pembangunan, kata Yohana, tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga perlu membangun manusia yang berkarakter, beriman, berakhlak, berbudaya, serta mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman.

“Mimika merupakan daerah yang memiliki keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang masyarakat. Keberagaman ini merupakan kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia menilai lembaga keagamaan, tokoh agama, pendidik, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan sekaligus menjaga keharmonisan sosial.

Membawa Nama Papua Tengah ke Jambi

Pelatihan STG 2026 di Timika menjadi tahap penting sebelum 54 peserta tampil di tingkat nasional. Mereka diharapkan mampu membawa nama Papua Tengah sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik dalam STG Nasional ke-12 di Jambi.

“Melalui kegiatan ini, kita bersatu hati membawa nama baik Provinsi Papua Tengah menuju ajang STG Nasional ke-12 di Provinsi Jambi,” demikian pesan dalam kegiatan tersebut.

Selain mematangkan persiapan kompetisi, pelatihan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan umat Buddha dari Mimika dan Nabire sebelum bertemu dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

STG Nasional ke-12 di Jambi akan menjadi panggung berikutnya bagi kontingen Papua Tengah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan semangat keberagaman dan kerukunan umat beragama dari Tanah Papua. (trm)

Berita Terkait

Top