Pelatihan Jurnalis Tempo Institute di Timika Ditutup, Freeport Tunggu Karya Feature Peserta
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com – Pelatihan penulisan feature bagi jurnalis di Kabupaten Mimika yang diselenggarakan Tempo Institute bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia resmi ditutup pada Selasa, 14 Juli 2026. Selama dua hari, 13–14 Juli, puluhan wartawan dari berbagai media mengikuti pelatihan yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Timika.
General Superintendent Media Relations PT Freeport Indonesia, Muhammad Rizal, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi wartawan agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan yang selama dua hari ini berkomitmen hadir, terus belajar, dan mengembangkan diri dalam pelatihan yang diselenggarakan Tempo Institute. Kami juga mengapresiasi para mentor dari Tempo Institute,” sebutnya.
Menurut Rizal, peningkatan kapasitas jurnalis menjadi bagian dari komitmen PT Freeport Indonesia dalam mendukung ekosistem media yang profesional. Karena itu, program tersebut akan berlanjut melalui lomba karya jurnalistik dan fellowship atau beasiswa liputan bagi wartawan yang menghasilkan karya terbaik.
Pada hari terakhir pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai strategi publikasi berita di media sosial, monetisasi media, penyusunan outline feature, serta praktik penulisan yang dilanjutkan dengan presentasi dan evaluasi karya.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami menunggu karya-karya jurnalistik dari rekan-rekan yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat Papua,” kata Rizal saat menutup kegiatan.
Pelatihan dipandu lima mentor dari Tempo Institute, yakni Philipus Parera, Purwani Prabandari, Dimas Ibrahim, Martha Warta Silaban, dan Indra Setiawan. Para peserta juga memperoleh masukan langsung terhadap rancangan feature yang mereka susun selama pelatihan.
Kegiatan berlangsung lancar dan ditutup dengan harapan para jurnalis mampu menerapkan materi yang diperoleh dalam menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam, akurat, dan relevan bagi publik, khususnya di Papua. (trm)






