Agimuga Butuh Jembatan Besar Hubungkan Antar Kampung dan Relokasi Pelabuhan Rakyat, Hasil Musrenbang Distrik
Timika, KontenMimika.com — Pemerintah Distrik Agimuga memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan pendidikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) distrik untuk Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Grand Tembaga Hotel, Senin, 16 Maret 2026.
Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, mengatakan lebih dari 100 usulan program disampaikan dalam forum tersebut. Namun, pemerintah distrik memprioritaskan sejumlah proyek strategis yang dianggap mendesak untuk membuka keterisolasian wilayah.
Salah satu usulan utama adalah pembangunan jembatan besar di wilayah Kiliarma yang akan menghubungkan Kampung Fakafuku.
“Jembatan dan sungainya lebar, jadi butuh perencanaan khusus dan biaya yang tidak sedikit. Itu sudah kami usulkan,” kata Arianus.
Selain itu, pemerintah distrik juga mengusulkan relokasi pelabuhan rakyat.
Pelabuhan lama di Sungai Cemara dinilai rawan rusak karena sering terdampak banjir. Sebagai alternatif, distrik mengusulkan pembangunan pelabuhan baru di lokasi sungai yang arusnya lebih tenang serta dilengkapi dermaga apung untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Di sektor pendidikan, Distrik Agimuga mengusulkan pembukaan Sekolah Menengah Atas (SMA) berpola asrama guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.
“Anak-anak kami butuh SMA berasrama. Dengan begitu mereka bisa menetap, fokus belajar, dan tidak perlu lagi keluar masuk kampung,” ujarnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian melalui penguatan fasilitas klinik setempat serta program penurunan angka stunting yang akan diintegrasikan dengan alokasi dana desa di delapan kampung.
Arianus juga menyoroti kebutuhan fasilitas perumahan bagi aparatur yang bertugas di wilayah Agimuga. Tahun ini distrik memperoleh alokasi empat unit rumah, namun ia berharap jumlah tersebut dapat ditambah pada tahun-tahun berikutnya.
“Tahun ini kita dapat jatah empat unit rumah. Ini sangat membantu, tapi kami berharap ke depan bisa ditambah agar pegawai yang menetap di sana lebih betah,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Arianus meminta perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Mimika karena Distrik Agimuga sedang dipersiapkan sebagai calon daerah otonomi baru.
“Kami sedang bersiap, tapi saat ini kami belum punya apa-apa. Jangan sampai nanti setelah jadi daerah otonomi baru malah semakin tertinggal. Mulai sekarang kami butuh kebijakan khusus,” ujarnya.
Melalui Musrenbang tersebut, pemerintah distrik berharap berbagai usulan yang disampaikan dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan bagi masyarakat Agimuga. (lsb)






