BPSDA Papua: Banyak ASN Belum Ikut Pendidikan Sudah Duluan Duduk Menjabat


Timika, KontenMimika.com – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BPSDA) Provinsi Papua, Blasius Waluyo mengatakan banyak pejabat eselon II, III, maupun IV yang belum mengikuti pelatihan kepemimpinan administrasi.

Selama ini pendidikan pelatihan kepemimpinan diberikan untuk menyesuaikan bagi ASN pejabat yang sudah terlebih dahulu menduduki suatu jabatan tertentu.

Padahal seharusnya untuk mencapai kursi pimpinan, ASN harus memenuhi kualifikasi pendidikan dulu, barulah setelah lulus bisa duduk menjabat.

“Ke depan ini dididik dulu, baru dia bisa menduduki jabatan,” sebutnya.

Blasius menjelaskan pola yang diberikan dalam pelatihan saat ini adalah pola klasikal. Yaitu pola pelatihan tatap muka dan tidak mengunakan zoom.

“Sebab pola zoom tidak efektif karena peserta akan mengalami kejenuhan,” sebutnya.

“Akan lebih efektif kalau tatap muka seperti ini. Sehingga lebih memudahkan kita untuk menangkap informasi,” imbuhnya.

Blasius juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang sampai saat ini masih mempercayakan BPSDA Provinsi Papua untuk bekerjasama menyelenggarakan pendidikan pelatihan pemimpin.

Beberapa kabupaten lainnya yang sebenarnya sudah membuat kerjasama, namun inkonsisten, dan kemudian mengirim pegawainya mengambil pelatihan serupa di luar Pulau Papua.

“Padahal sebenarnya kalau kita mau jujur, kalau kita belajar di sini, itu manfaatnya besar. Biaya tidak terbuang banyak. Waktunya sangat efisien. Dan pada saat dia nanti Off kampus, itu dia bisa melaksanakan tugasnya di kantor,” bebernya.

Ia berharap pelatihan kepemimpinan ini tidak hanya dijadikan sebuah sarana atau wacana rutin biasa sebab kehadiran pelatihan ini adalah amanat UU, yang mewajibkan setiap pegawai mengembangkan kompetensi.

“Kami dari BPSDA selalu melakukan evaluasi kepada peserta purna PKP dan PKA, terkait bagaimana outcome yang diperoleh. Nanti Bupati bisa cek para alumni PKA, karena mereka membuat aksi perubahan kinerja organisasi. Dan yang peserta PKN II, mereka membuat proyek perubahan,” tandasnya. (Admin)

Berita Terkait

Top