Musrenbang Distrik Alama Usulkan Jembatan 120 Meter dan Tiga Program Prioritas Tahun 2027
Timika, KontenMimika.com – Pemerintah Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Rabu, 25 Februari 2026.
Kepala Distrik Alama, Ruben Dolame, saat diwawancarai menyampaikan Musrenbang Distrik Alama ini menghasilkan tiga program prioritas, yaitu air bersih, penerangan, dan Mandi Cuci Kakus (MCK).
Selain itu, diusulkan pula pembangunan jembatan kurang lebih sepanjang 120 meter untuk menghubungkan Distrik Alama dengan kampung-kampung guna membuka akses bagi masyarakat untuk berkebun maupun akses pelayanan dari distrik ke kampung ataupun sebaliknya.

“Masyarakat menginginkan supaya pemerintah membangun jembatan, supaya masyarakat bisa berkebun, ke kampung, ke distrik dengan aman. Kalau tidak lewat jembatan, orang bisa hanyut karena arus air kencang.” terang Ruben.
Sebenarnya rencana pembangunan jembatan antara Distrik Alama ke tujuh kampung akan dibangun pada tahun ini. Namun, hal tersebut tidak tercapai, seperti tahun lalu yang juga tidak tercapai. Oleh karena itu, Musrenbang tahun ini kembali mengusulkan pembangunan jembatan untuk dilaksanakan pada tahun 2027.
Selain itu, Ruben juga berharap Pemerintah Kabupaten Mimika agar membangun kantor distrik di Distrik Alama, sekaligus dengan rumah barak pegawai maupun kepala distrik. Sebab, kantor distrik yang ada saat ini berjarak terlalu dekat dengan permukiman masyarakat.
“Kantor distrik ini sebelah ada rumah, sebelah ada rumah. Mau maju ke depan susah, ke belakang susah, ke samping susah. Kemarin saya naik, saya lihat ini terlalu dekat dengan masyarakat. Jadi harus dipisahkan supaya orang lihat tidak bingung,” ungkapnya.

Satu-satunya akses menuju Distrik Alama, jelas Ruben, hanya melalui jalur udara dengan pesawat. “Naik itu harus lewat jalur udara. Jalan lain tidak ada. Jalan darat, jalan laut tidak ada. Harus berusaha lewat udara. Kalau helikopter nilainya tinggi. Pesawat juga tidak mau melayani,” ungkapnya.
Tahun 2024 sampai dengan saat ini, kata Ruben, aktivitas pelayanan di Distrik Alama belum berjalan normal. Hal ini disebabkan belum adanya jaminan keamanan penerbangan.
“Tadi banyak masukan dari masyarakat karena kami (kepala distrik, pegawai distrik, bagian kesehatan) tidak ada di tempat. Itu karena kondisi penerbangannya tidak terjamin. Dari tahun 2024 sampai 2026 ini,” jelasnya.
Pembangunan jalan antar kampung yang akan dibangun di Distrik Alama sebaiknya diberikan kepada masyarakat kampung itu sendiri. Sebab, menurutnya, pekerjaan tersebut dapat memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat kampung.
“Buat jalan antar kampung, masyarakat senang kalau mereka sendiri yang kerja, mereka sendiri yang dapat hasilnya. Masyarakat menilai itu,” tutupnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Distrik Alama, Filemon Beanal, menyampaikan masyarakat Distrik Alama berharap agar Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong melakukan kunjungan kerja ke Distrik Alama. Sebab, setelah terjadinya kasus penembakan tahun 2024 hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Mimika belum melakukan kunjungan kerja ke Distrik Alama.
“Masyarakat meminta supaya harus ada kunjungan kerja dari Bupati dan Wakil Bupati. Karena pasca terjadi penembakan, belum ada kunjungan dari Bupati dan Wakil Bupati,” ungkapnya.
Kunjungan kerja ini, menurut Filemon, dimaksudkan agar seluruh masyarakat mengetahui bahwa situasi dan kondisi di Distrik Alama saat ini telah aman, kondusif, dan siap untuk membangun.
“Masyarakat berharap harus ada kunjungan Bupati dan Wakil Bupati di Distrik Alama tahun ini supaya pembangunan bisa merata dan masyarakat Distrik Alama bisa merasakan pembangunan sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, yaitu membangun dari kampung ke kota,” tutupnya. (Nlsn)





