Musrenbang Distrik Hoya Prioritaskan Pembangunan Lapangan Terbang dan 22 Program Lainnya


Timika, KontenMimika.com – Pemerintah Distrik Hoya, Kabupaten Mimika, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Hotel Grand Tembaga pada Senin 2 Maret 2026.

Kegiatan yang dihadiri oleh kepala kampung, tokoh masyarakat, serta staf distrik ini menyepakati 22 program prioritas yang akan diusulkan ke pemerintah kabupaten.

Kepala Distrik Hoya, Yeteni Tabuni, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar menjadi fokus utama, terutama lapangan terbang yang selama ini menjadi akses vital bagi masyarakat.

“Lapangan terbang adalah prioritas pertama. Tahun ini kami minta agar segera diaspal karena kondisinya sudah berlumut, sehingga menyulitkan pesawat untuk mendarat. Ini darurat karena menyangkut mobilitas warga dan logistik,” ujar Yeteni di hadapan peserta musrenbang.

Selain lapangan terbang, Yeteni juga menyoroti rencana pembangunan kantor Distrik Hoya yang diharapkan dapat segera direalisasikan. Jika belum selesai pada tahun anggaran berjalan, ia meminta agar dilakukan perpanjangan kontrak.

Di sektor infrastruktur jalan, Yeteni mengusulkan pengerjaan dengan melibatkan tenaga lokal.

“Saya sudah perintahkan agar putra-putri asli Hoya yang mengoperasikan alat berat. Mereka akan bekerja sama dengan Dinas PU PR untuk pengukuran dan teknis lapangan. Ini bentuk komitmen kita memberdayakan masyarakat sendiri,” tegasnya.

Program prioritas lainnya adalah pembangunan 20 unit rumah sehat yang direncanakan pada tahun 2027. Saat ini, lima kampung di Distrik Hoya sangat membutuhkan hunian layak. “Tahun depan kita kejar 20 unit. Tapi untuk tahun ini, kita lihat dahulu berapa yang bisa diakomodir,” tambah Yeteni.

Di bidang sosial keagamaan, Yeteni menyoroti perlunya pembangunan tujuh unit gereja di distrik tersebut. Menurutnya, gereja-gereja yang ada saat ini sudah tua dan tidak representatif, sehingga masyarakat kerap beribadah di lapangan terbuka saat perayaan besar seperti Natal.

“Kami minta pemerintah membangun satu gereja besar berukuran 15 x 20 meter di pusat distrik, serta gereja-gereja lainnya di kampung. Ini warisan orang tua kami yang harus diperhatikan,” harapnya.

Yeteni juga menyinggung potensi ekonomi lokal, khususnya kopi, yang masuk dalam prioritas pengembangan ekonomi budaya dan pemberdayaan masyarakat (PPM). Semua usulan ini, kata dia, selaras dengan visi-misi Bupati Mimika tentang Pembangunan dari Kampung ke Kota.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pak bupati dan wakil bupati, namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari dinas terkait. Saya minta program bupati benar-benar direalisasikan di tingkat distrik. Musrenbang ini harus mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat agar pembangunan di Hoya berjalan merata dan mewujudkan kesejahteraan,” pungkas Yeteni.

Kegiatan musrenbang ditutup dengan penyerahan daftar usulan prioritas yang akan dibahas lebih lanjut di tingkat kabupaten. (Lsb)

Berita Terkait

Top