Musrenbang Distrik Tembagapura Hasilkan 108 Usulan, Kadistrik Yawame: Bukan Usulan Baru
Timika, KontenMimika.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemerintah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, bertujuan mewujudkan pemerataan pembangunan, pelayanan dasar, ekonomi, dan infrastruktur di 13 kampung di Distrik Tembagapura.
Hal tersebut disampaikan Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame, di Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Senin 2 Maret 2026.
Selain itu, Musrenbang juga bertujuan menggali dan menghimpun aspirasi masyarakat dari masing-masing kampung terkait berbagai aspek pembangunan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Thobias menjelaskan bahwa usulan program dalam Musrenbang tersebut bukanlah program baru, melainkan program yang telah diusulkan berulang kali, namun hingga kini belum terealisasi.
“Program yang diusulkan ini bukan baru. Sudah dari tahun ke tahun. Program ini terus terulang diusulkan, tetapi tidak pernah dikabulkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, prioritas usulan dalam Musrenbang kali ini mencakup pembangunan fisik seperti jembatan, jalan, lapangan terbang (lapter), permukiman warga, serta pembangunan sarana pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Selain itu, pembangunan fasilitas kesehatan seperti Pustu, Posyandu, Puskesmas, dan rumah sakit juga menjadi perhatian.

“Lapangan terbang yang ada saat ini letaknya sangat jauh dari permukiman masyarakat. Bagaimana Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan mau turun ke kampung jika jaraknya sangat jauh? Karena itu, masyarakat mendesak agar pembangunan lapter bisa disesuaikan dengan lokasi kampung sehingga memudahkan pelayanan,” ungkapnya.
Selain infrastruktur dan pelayanan dasar, masyarakat juga mengusulkan pengembangan ekonomi kerakyatan seperti pertanian, koperasi, dan peternakan. Mereka juga meminta dukungan berupa tenaga medis, tenaga pengajar, serta pembinaan di bidang pertanian dan peternakan agar hasilnya dapat dipasarkan ke wilayah Timika.
“Kebutuhan masyarakat sangat bergantung pada program prioritas tersebut. Tidak ada akses transportasi darat maupun laut. Selama ini hanya menggunakan carter helikopter dengan biaya Rp40 hingga Rp50 juta. Jika pemerintah hadir memberikan pembinaan, dukungan, serta modal awal, maka usaha masyarakat bisa terus berkembang,” jelasnya.

Thobias menegaskan, program-program yang belum terealisasi akan terus diusulkan dan selanjutnya diserahkan kepada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk ditindaklanjuti.
Ia menambahkan, program prioritas tersebut merupakan rangkuman dari 108 usulan yang diajukan oleh 13 kampung di Distrik Tembagapura.
“Tetapi kita (Pemdis) mewakili masyarakat tetap angkat (usulkan) terus. Entah mau jawab atau tidak, kewenangan kembali ke OPD terkait,” tuturnya.

Kadistrik Yawame berharap program yang belum terealisasi ini dapat terwujud pada periode ini, sesuai dengan visi dan misi Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong yaitu Membangun dari Kampung ke Kota.
“Harapan saya semoga program yang diusulkan masyarakat bisa berjalan di periode ini sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Saya yakin dan percaya, bahwa dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati program ini akan berjalan,” tutupnya
Musrenbang Distrik Tembagapura dibuka oleh Bupati Mimika Johannes Rettob melalui Stah Ahli Setda Mimika Fransiskus Bokeyau, didampingi Kepala Bappeda Mimika Yohana Paliling, Kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra, Kabag Humas Protokol Setda Mimika Mozes Yarangga, Forkopimda Mimika, Anggota DPRK Mimika dan pejabat lainnya. (nls)





