Pemkab Mimika Gandeng Unipa Siapkan Konsep Sekolah Sepanjang Hari


TIMIKA, KONTENMIMIKA.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menggandeng Universitas Negeri Papua (Unipa) Manokwari untuk menyusun konsep program sekolah sepanjang hari (full day school). Keterlibatan perguruan tinggi tersebut diharapkan memperkuat kebijakan pendidikan melalui kajian akademik yang komprehensif.

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengatakan, kerja sama dengan Unipa tidak hanya mencakup bidang pendidikan, tetapi juga berbagai kajian strategis yang menjadi kebutuhan pemerintah daerah.

“Salah satu cakupannya berkaitan dengan sekolah rakyat dan sekolah sepanjang hari. Untuk sekolah sepanjang hari di Kokonao, Unipa akan menyiapkan konsep seperti apa model yang tepat untuk diterapkan,” kata Emanuel baru-baru ini.

Menurut dia, Unipa akan berperan menyusun kajian akademik sebagai dasar penyusunan kebijakan sehingga program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah.

Selain sektor pendidikan, Unipa juga tengah menyelesaikan kajian mengenai masyarakat hukum adat yang dalam waktu dekat akan dipresentasikan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Yang sedang dikerjakan juga adalah kajian tentang masyarakat hukum adat. Dalam waktu dekat mereka akan mempresentasikan hasilnya. Untuk kerja sama lainnya nanti akan kita lihat sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Emanuel menjelaskan, kolaborasi antara Pemkab Mimika dan Unipa bukan hal baru. Selama beberapa tahun terakhir, kedua pihak telah bekerja sama dalam penyusunan berbagai kajian akademik, termasuk kajian terkait pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).

“Kerja sama ini sebenarnya sudah lama berjalan. Kajian mengenai DOB, termasuk rencana pembentukan kotamadya, sudah disusun dan disampaikan sekitar empat sampai lima tahun lalu. Itu juga merupakan bagian dari kerja sama dengan Unipa,” katanya.

Ia menambahkan, setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), kedua pihak akan membahas lebih lanjut bentuk keterlibatan Unipa pada berbagai program pembangunan daerah melalui kerja sama teknis yang lebih rinci.

Menurut Emanuel, dukungan akademisi diperlukan agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah memiliki landasan ilmiah yang kuat serta dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (ndr)

Berita Terkait

Top