Penutupan Pembinaaan Kesenian Pelajar Disparbudpora, SDM Kesenian Penting Agar Tradisi Bertahan Arus Modernisasi


Timika, KontenMimika.com – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika menutup Kegiatan Pembinaan Kesenian yang Masyarakat Pelakunya dalam Daerah Kabupaten Mimika di Cartenz, Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua Tengah, Senin, 24 November 2025.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lucas Hindom, mengatakan bahwa Kabupaten Mimika memiliki ragam seni tradisional yang luar biasa, mulai dari tari-tarian adat, musik tifa, ukiran, hingga berbagai ekspresi budaya lainnya.

Maka dari itu, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kesenian sangat penting agar seni tradisi tetap hidup, berkembang, dan mampu bersaing di tengah arus modernisasi.

“Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan budaya lokal kepada generasi mendatang,” ujar Evert.

Menurut Evert, melalui pelatihan ini peserta telah memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan, mulai dari teknik dasar, penguatan manajemen sanggar, inovasi seni, hingga cara mempromosikan karya melalui berbagai media.

Ia berharap ilmu yang telah diterima peserta dapat diterapkan dan dikembangkan kembali di lingkungan masing-masing, sehingga hasil dari pelatihan ini dapat berdampak nyata bagi kemajuan kesenian tradisional di Kabupaten Mimika.

“Jagalah komitmen dan semangat ini. Teruslah berkarya, teruslah berlatih, dan jadikan bidang seni sebagai bagian dari pembangunan budaya di Tanah Mimika tercinta,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Disparbudpora Mimika, Santi Sondang, menyampaikan bahwa kegiatan ini berlangsung selama enam hari. Kegiatan diikuti 216 siswa-siswi dari 24 SMP dan SMA di Mimika, yang masing-masing sekolah diwakili delapan siswa dan satu guru pendamping.

Santi menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan kesenian ini terdiri dari tiga pelatihan, yaitu seni tari tradisional, seni kerajinan tangan tradisional, dan seni musik tradisional. Tujuannya agar peserta dapat melestarikan dan lebih mengenal seni budaya tradisional Mimika serta memiliki keterampilan untuk berkreasi dalam bidang seni tradisi.

“Tujuannya supaya generasi muda kita melestarikan nilai-nilai budaya leluhur dan nilai-nilai budaya lokal. Mereka (peserta) juga bisa berkreasi. Skill mereka bertambah. Tadi ada yang sudah bisa buat noken, ada yang sudah bisa buat anyaman, ada yang sudah bisa main gitar. Tadinya mereka tidak tahu main musik. Mereka antusias, tidak pernah ada yang absen,” ungkapnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Mimika, Lidya Uden Tuling, menyampaikan bahwa seni tari tradisional, seni musik tradisional, dan seni kerajinan tangan tradisional rencananya akan masuk dalam bidang studi muatan lokal.

Para siswa-siswi yang telah mendapatkan pelatihan juga diharapkan dapat membantu guru-guru kesenian di sekolah sebagai tutor.

“Tahun depan kami (Disparbudpora) akan membuat pelatihan khusus untuk guru-guru kesenian. Pelatihan seperti sekarang ini (tari tradisional, kerajinan tangan tradisional, musik tradisional),” tutupnya. (Admin)

Berita Terkait

Top