Putra-Putri AMOR Ingin Jadi PNS? Ini Pesan Bupati Mimika …
Timika, KontenMimika.com – Bupati Johannes Rettob memberikan wejangan bagi generasi muda Amungme dan Kamoro (Amor) yang menjadi pelamar CPNS Kuota Emas, 80% Amor – 20% Labeti (Lahir besar Timika).
Ia mengingatkan sebagai pegawai negara maka harus memiliki integritas, berkelakuan baik, dan memiliki dedikasi.
Hal ini disampaikan untuk memberitahukan bagaimana seorang PNS harus berperilaku agar dapat menjaga netralitas dan etika birokrasi.
Jadi PNS harus patuh pada tugas dan tanggung jawab yang diberikan pimpinan, dalam menunuai pelayanan bagi kepentingan masyarakat.
“Ingat, kelakuan harus baik. Bagaimana mau jadi pegawai negeri tapi tiap hari kerjanya demo saja. Nanti suatu saat sudah jadi pegawai negeri demo terus. makanya kelakuan-kelakuan ini harus dijaga dengan baik,” kata Bupati saat membuka simulasi tes CAT (Computer Assisted Test) di SMPN 2 Mimika, Jalan Budi Utomo, Rabu 1 Oktober 2025.

Bupati John Rettob berharap para peserta dapat memperhatikan dengan baik, apa yang disampaikan pembimbing dalan simulasi tes ini. Agar pada saat tes pegawai nanti anak-anak Amungme dan Kamoro dapat lulus dengan hasil yang baik.
Selain perilaku yang baik, seorang pegawai negeri juga harus memperhatikan cara berpakaian, karena menunjukkan wibawa di tengah masyarakat.
“Ingat jaga sikap dan perilaku. Integritas. Penampilan besok kalau sudah menjadi pegawai negeri tidak ada yang brewok-brewok. Harus rapi,” ujar Bupati serius.
“Kalau kita mau menjadi tuan di atas tanah sendiri, kita tunjukkan dari hati kita. Harus tunjukkan bahwa anak-anak Amungme dan Kamoro mampu membangun daerahnya sendiri. Dan saya percaya bahwa kamu semua mampu untuk melaksanakan ujian ke depan nanti,” nasehatnya.

Adapun total peserta yang mengikuti simulasi tes CAT ini berjumlah 648 orang.
Tes simulasi ini akan berlangsung selama dua hari dan terbagi menjadi 11 sesi. 6 sesi pada Hari pertama dan 5 sesi di hari kedua.
Tes simulasi ini diikuti oleh 529 orang anak-anak Amungme dan Kamoro, 81 anak-anak Papua lainnya, dan 27 orang anak-anak yang lahir dan besar di Mimika.
Dari total 529 orang peserta tes simulasi ini, anak-anak Amungme dan Kamoro ini akan diseleksi untuk mendapatkan jumlah 219 orang. Sementara jumlah kuota Labeti sebanyak 52 orang.
“Dari 529 orang ini harus bersaing untuk masuk dalam 219. Artinya berarti setengah bisa tidak lulus. Ini antara kamu saja, tidak ada orang lain. Untuk itu, mari bersaing dengan sehat.Gunakan kesempatan dengan baik,” kata Bupati John Rettob.
Lalu ujian nanti juga akan dilakukan secara transparan, hasilnya akan benar-benar sesuai dengan apa adanya dan tidak akan ada yang ditambah-tambahkan dan juga dikurang-kurangi.
“Ini semua transparan. Tidak ada orang tambah-tambah, karang-karang. Apa yang kamu isi, itu yang dikirim. Jadi tolong diperhatikan,” tandasnya. (Admin)





