Tas Noken dan Buah Merah Go Internasional, Bupati JR Instruksikan OPD Jalankan Pendampingan Intensif Pelaku UMKM Mimika
UMKM Mimika tumbuh 30 persen gegara digitalisasi dorong ekspansi usaha; minta peran perbankan perluas akses permodalan
Timika, KontenMimika.com – Bupati Mimika Johannes Rettob mengungkapkan, jumlah unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025, yakni sekitar 30 persen.
Saat ini, tercatat kurang lebih 8.500 UMKM, dengan sebagian pelaku usaha telah memanfaatkan platform digital dalam menjalankan usahanya.
Perkembangan ini menunjukkan adanya pergeseran pola usaha masyarakat yang mulai beradaptasi dengan teknologi terkini, sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal hingga skala dunia.
Ia mencontohkan, sejumlah produk unggulan Mimika seperti noken dan buah merah kini tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga telah menembus pasar internasional melalui pemasaran berbasis daring.
“Contohnya noken-noken UMKM sudah sampai di Belanda, Amerika. Kemudian buah merah sudah sampai di Chili. Ini sesuatu yang luar biasa. Semua berbasis online,” ujarnya di Musrenbang RKPD Pemkab Mimika, Senin 30 Maret 2026, di Timika.
Seiring dengan pertumbuhan tersebut, Johannes menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat pendampingan kepada pelaku UMKM.
Pendampingan dinilai penting agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, hingga kemampuan pemasaran.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna menghindari tumpang tindih program yang berpotensi menghambat efektivitas pengembangan UMKM.
“Terlebih pengusaha lokal. Agar produk-produk asli Mimika yang sudah bertumbuh mempunya nilai tambah dan daya saing. Ini penting,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemkab Mimika juga mendorong peran perbankan dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil dan koperasi. Dukungan pembiayaan yang diiringi pendampingan berkelanjutan akan mempercepat pertumbuhan usaha masyarakat.
“Pihak bank juga dapat mempermudah akses permodalan kepada pelaku usaha kecil dan koperasi aktif. Serta melakukan pendampingan yang berkelanjutan,” pintanya.
Tidak hanya sektor UMKM, Bupati John Rettob juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar penopang ekonomi daerah.
“Pembangunan sektor pariwisata juga menjadi perhatian penting untuk menunjang pembangunan infrastruktur seperti hotel, jalan, restoran dan lainnya,” sebutnya.
Ia meminta para kepala distrik untuk aktif mengidentifikasi dan mendata potensi kampung yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis kearifan lokal.
Ia berharap, melalui forum Musrenbang RKPD, seluruh usulan program yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan.
“Forum ini diharapkan menghasilkan usulan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. (nls)






