[LP] Papua Tengah yang Menang, Papua Pegunungan yang Lolos Futsal Putra PON XXI
Timika, KontenMimika.com – Bangga tapi sedih, senang tapi juga kecewa. Begitulah kira-kira perasaan campur aduk yang dialami Kontingen Papua Tengah.
Tim futsal putra Papua Tengah berhasil membukukan kemenangan melawan Papua Selatan, dengan skor 5 – 3, pada laga penutup Babak Kualifikasi PON XXI Aceh – Sumut di Mimika, Sabtu 27 Januari 2024.
Kendati menang, namun tuan rumah tidak bisa lolos menuju PON XXI karena kalah selisih gol dengan Papua Pegunungan. Sebelumnya pada Rabu 24 Januari, Papua Pegunungan unggul dengan skor 7 – 3 atas tuan rumah.

Pertandingan sore itu berjalan seru!
Gol tercipta langsung di menit ke-2 oleh Jones Awom dari Papua Tengah, disambung oleh Kapten Aril di menit ke-5.
2 – 0 buat Papua Tengah.
Tim tuan rumah terus bermain bagus sehingga menit ke-12 tercipta gol ketiga oleh Yance Parera. Tambah lagi! Jones Awom yang mencetak gol keduanya di menit ke-15. Skor 4 – 0.
Berselang 3 menit Papua Selatan membalas dengan 1 gol, di menit ke-18. Leopolo Guevera Elmas memecah telur, skor 4 – 1.
Gol ini menjadi penyemangat sehingga Papua Selatan makin termotivasi mengejar. Akhirnya di menit ke-23 Berce Benja Manda tambah gol Papua Selatan. Skor 4 – 2 bertahan sampai babak pertama selesai.

Setelah istirahat, babak kedua dimulai, pemain Papua Selatan makin menajamkan serangan. Tapi Papua Tengah juga tetap bermain bagus sehingga justru menambah pundi gol di menit ke-31 oleh Heston. Skor jadi 5 – 2.

Mulai 10 menit terakhir Papua Selatan total menyerang menjalankan siasat Power Play, kunci setengah lapangan, seru! Alhasil 1 gol berhasil tercipta oleh Dion Teljoarubun di menit ke-39. Skor 5 – 3.
Permainan berjalan semakin panas sehingga beberapa atlet masing-masing mengalami cedera dan ditandu petugas medis ke luar lapangan.
Skor 5 -3 bertahan sampai akhir, Papua Tengah menang atas Papua Selatan.

Dalam sesi konferensi pers, Pelatih Kepala Papua Tengah, Jailani FL mensyukuri kemenangan itu, tapi tidak bisa berharap banyak karena minimnya waktu persiapam.
“Persiapan kita cuma 3 hari. Ke depannya semoga persiapan lebih jangka panjang lagi. Mengenai kerangka tim dikembalikan ke pengurus. Saya berharap kerangka tim ini bisa dipertahankan dan ada penambahan pemain. Kalau kerangka tim ini diperpanjang, maka bisa berbicara banyak. Kendala di persiapan saja,” ujarnya.

Jailani hanya bisa pasrah tidak bisa lolos ke PON XXI di Aceh – Sumut, namun tetap bisa berbangga karena berhasil meraih kemenangan.
“Yang penting tidak kosong, tetap ada poin. lolos dan tidak itu rezeki saja,” tutup Jailani FL.
Berdasarkan perhitungan klasemen akhir, ketiga tim mempunyai total poin sama, yaitu 3. Didapat dari sekali menang dan sekali kalah, melawan satu sama lain.
Papua Pegunungan menang di jumlah selisih gol.
Adapun tim Papua Tengah total kebobolan 10 gol dan berhasil mencetak 8 gol. Jumlah gol, minus 2.
Selanjutnya Papua Selatan total kebobolan gawang 9 gola, dan mencetak 8 gol. Total gol, minus 1.
Sedangkan Papua Pegunungan berhasil mencetak 11 gol dalam dua pertandingan dan kebobolan 8 gol. Total selisih gol, plus 3.

Dengan perhitungan selisih gol itulah, ditentukan Papua Pegunungan menjadi yang terhebat dari 2 DOB Papua Raya lainnya.
Alhasil Papua Pegunungan lolos menuju Aceh – Sumut dengan keuntungan selisih gol. (D’To)





