Dibuka Bupati JR, Mimika Innovation Week 2026 Jadi Ajang Lahirkan Inovasi untuk Kemajuan Daerah


TIMIKA, KONTENMIMIKA.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) secara resmi meluncurkan Mimika Innovation Week (MIW) 2026 sekaligus menggelar Sosialisasi Peran Brida dan Coaching Clinic Pamong Inovasi Daerah di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Selasa 9 Juni 2026.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepakatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan sejumlah perguruan tinggi di Mimika.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan pelaksanaan Mimika Innovation Week tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan kalangan internal pemerintah, MIW 2026 dibuka lebih luas bagi seluruh elemen masyarakat.

“Tahun lalu hanya dilakukan di internal pemerintah. Tahun ini kita membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat, akademisi, media, dan pihak swasta untuk ikut dalam lomba inovasi,” ujar Johannes.

Ia menjelaskan, sebanyak 72 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk pemerintah distrik di Kabupaten Mimika, diminta untuk menghasilkan minimal dua inovasi. Inovasi-inovasi tersebut akan diseleksi dan diikutsertakan dalam ajang Innovative Government Award (IGA).

Menurut Johannes, hingga semester pertama tahun 2026 tercatat sebanyak 118 inovasi telah masuk. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Tahun ini, semester ini sudah ada 118 inovasi yang masuk. Artinya meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang pada bulan November jumlahnya masih di bawah seratus,” katanya.

Bupati menambahkan, para pemenang lomba inovasi daerah akan mewakili Kabupaten Mimika dalam ajang Innovative Government Award tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, inovasi yang terpilih akan mendapatkan produk hukum sebagai inovasi resmi daerah.

Johannes mengungkapkan, pada tahun 2025 Kabupaten Mimika berhasil meraih penghargaan Innovative Government Award dari Kementerian Dalam Negeri sebagai daerah paling inovatif di Tanah Papua. Namun demikian, secara nasional posisi Mimika masih tertinggal dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.

“Untuk itu saya targetkan Mimika harus masuk dalam perhitungan di tingkat nasional,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan sejumlah inovasi yang telah berjalan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya adalah program “Sa Antar Ko” yang dikembangkan oleh RSUD Mimika untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu, terdapat inovasi “SIMACEMUDA” atau Sistem Manajemen Pemasaran Cepat, Mudah, dan Aman yang dikembangkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika untuk mempermudah pemasaran hasil pertanian dan komoditas masyarakat.

“Kita punya inovasi di rumah sakit yang namanya Sa Antar Ko. Ada juga inovasi di mana pemerintah membeli seluruh produk pertanian masyarakat sehingga membantu pemasaran hasil bumi mereka,” pungkasnya. (nls)

Berita Terkait

Top